RELUNG.ID- Tiga warga korban penyerangan menggunakan senjata tajam di Jalan Pertahanan Ujung, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, harus menjalani operasi akibat luka yang diderita.
Ketiga korban masing-masing M Al Hadi yang merupakan Ketua RT setempat, Hafiz selaku Ketua RW, serta seorang warga bernama Arfani alias Odon.
Keluarga sekaligus penasihat hukum korban, Titis Rachmawati, mengatakan dua korban saat ini menjalani perawatan di RS Hermina Jakabaring, sedangkan satu korban lainnya dirawat di RS Muhammadiyah Palembang.
Menurut Titis, ketiga korban telah menjalani operasi karena mengalami luka serius yang menyebabkan pendarahan tidak kunjung berhenti sejak penyerangan terjadi.
“Jadi korban sudah keluar dari ruangan ICU pukul 16.00 WIB kemarin. Saat dalam rangka pemulihan. Mereka menjalani operasi semua, karena sejak kejadian darah tidak mau berhenti keluar,” kata Titis.
Meski telah melewati masa perawatan intensif, keluarga korban masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Mereka juga khawatir terjadi serangan susulan ketika para korban menjalani pemulihan di rumah sakit.
Atas kondisi itu, pihak keluarga melalui Titis telah melayangkan surat resmi kepada manajemen RS Hermina Jakabaring dan RS Muhammadiyah Palembang agar meningkatkan pengamanan terhadap para korban.
“Pihak keluarga menyampaikan kepada kami masih trauma dan mereka memohon agar memperketat penjagaan di rumah sakit. Kita juga sudah memohon kepada rumah sakit untuk memberikan perlindungan selama masa pemulihan,” jelasnya.
Diketahui, penyerangan menggunakan senjata tajam tersebut terjadi di Jalan Pertahanan Ujung, RT 37, RW 01, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, Senin (2/11/2026) pagi.
Dalam kejadian itu, ketiga korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan sekelompok pria. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang oleh Titis Rachmawati, Senin siang.
“Kita melaporkan adanya kejadian yang menimpa keluarga saya yang dikeroyok atau dianiaya sampai terjadi pembacokan secara brutal dan sadis,” kata Titis seusai membuat laporan polisi.[DNP]

