RELUNG.ID – Insiden tugboat membawa tongkang batu bara menyenggol Jembatan Ampera kembali terjadi. Hal ini sontak mendapat sorotan dari DPRD Sumsel.
Pasalnya, insiden ini kerap berulang sejak beberapa waktu terakhir.
“Ini sangat disayangkan. Jadi perlu ada kejelasan, siapa yang bertanggung jawab mengatur dan memastikan keselamatan lalu lintas angkutan air,” kata Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, MF Ridho
Karena itu, Komisi IV DPRD Sumsel akan memanggil pihak-pihak terkait guna mempertanyakan, membahas dan mengevaluasi sistem pengawasan serta pengaturan lalu lintas sungai.
“Kami harap nantinya kejadian serupa tidak kembali terulang,” tutupnya.
Seperti diketahui, sebuah tugboat Trans Permata 05 menyenggol jembatan Ampera yang ngolong di bawah jembatan Ampera pada Kamis (26/2/2026) siang sekitar pukul 12.35 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun Tugboat Trans Permata 05 menarik tongkang batu bara tanpa muatan yang pandu dari Badan Usaha Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) yang di assist Tugboat Putra Bes.
Akibat kerasnya benturan, membuat Life raft atau alat keselamatan yang berada di atas Tugboat Trans Permata 05 jebol hingga jatuh ke sungai.
Saat ini, Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Palembang Capt Bintarto M Mar mengaku belum menerima laporan insiden tersebut.
Namun dirinya memastikan akan jika dalam insiden tersebut menimbulkan kerugian atau kerusakan dari Tugboat yang menyenggol pihaknya akan memanggil Nahkoda kapal maupun pihak pemandu.
“Kami belum menerima laporan adanya kejadian tersebut, namun yang jelas akan kita panggil Nahkoda kapalnya termasuk pihak pandu PT KBS yang melakukan pemanduan saat kejadian,”kata Capt Bintarto M Mar kepada wartawan Jumat (27/2/2026). (DSK)

