RELUNG.ID – Elon Musk mengumumkan pengunduran diri dari posisinya di DOGE (Departemen Pemerintahan untuk Efisiensi) melalui unggahan singkat di akun X, Jumat (30/5).
Keputusan ini diambil agar Musk dapat lebih fokus pada portofolio bisnisnya, terutama SpaceX, Tesla, dan xAI.
Dalam cuitan resminya, Musk menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesempatan yang diberikan untuk “mengurangi pemborosan” dalam tubuh pemerintahan.
Dia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya akan mulai berlaku segera, meski masa jabatannya sebagai “pegawai pemerintah khusus” di bawah pemerintahan Trump sedianya baru akan berakhir pada akhir Mei 2025 setelah menjalankan tugas selama 130 hari.
Sebelumnya, pada awal pekan ini Musk memaparkan rencana untuk menumpukan lebih banyak perhatian dan sumber daya pada pengembangan kendaraan listrik Tesla, peluncuran roket dan program eksplorasi SpaceX, serta riset kecerdasan buatan di xAI.
“Saya perlu melonggarkan beban di pemerintahan agar bisa fokus penuh pada visi jangka panjang di bidang teknologi,” katanya beberapa waktu lalu.
Meskipun secara resmi mundur, Musk berencana tetap membantu pemerintah secara sporadis hingga masa jabatan Trump berakhir.
Dalam panggilan telepon tertutup pada April lalu, ia mengatakan akan bersedia kembali satu hingga dua kali per minggu untuk menyelesaikan proyek tertentu, terutama yang berkaitan dengan efisiensi pengadaan dan inovasi teknologi bagi pemerintah.
Musk juga menyebutkan bahwa ia akan mempertahankan “kantor kecil” di Gedung Putih agar komunikasi tetap berjalan lancar hingga masa tugasnya benar-benar rampung.
Berbagai kalangan, termasuk para investor dan analis industri, berharap keputusan Musk ini dapat menjadi momentum pemulihan kinerja perusahaan-perusahaan yang tengah menghadapi tekanan global.
Sejak kuartal pertama 2025, Tesla dilaporkan menurun margin keuntungannya akibat tingginya biaya produksi dan fluktuasi harga bahan baku.
Sementara SpaceX sedang menghadapi tantangan regulasi terkait peluncuran satelit komersial di beberapa wilayah.
“Investor mengharapkan Musk dapat mengembalikan fokus pada inti bisnis, mempercepat inovasi, dan mengatasi hambatan regulasi agar perusahaan ini kembali pulih,” kata seorang analis keuangan.
Beberapa pengamat berpendapat, meski meninggalkan DOGE, pengaruh Musk di lingkaran pemerintahan kemungkinan masih akan dirasakan.
Selama bergabung sebagai pegawai pemerintah khusus, ia dianggap berhasil menyusun rekomendasi awal untuk merampingkan belanja infrastruktur teknologi federal.
Rekomendasi tersebut meliputi konsolidasi beberapa pusat riset, adopsi standar perangkat lunak terbuka, serta peninjauan ulang kontrak vendor yang dinilai membengkak biaya. Meski demikian, detail rencana kebijakan yang diusulkan belum sepenuhnya dipublikasikan.
Dengan mundurnya Musk dari DOGE, sorotan kini tertuju pada bagaimana ia akan membagi waktu dan sumber daya di antara tiga pilar bisnis utamanya: melanjutkan misi eksplorasi antariksa SpaceX, memperkuat dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik global, dan mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan xAI. (LWM)

