RELUNG.ID – Aksi pengiring jenazah yang dinilai arogan di kawasan Jakarta Utara viral di media sosial. Dalam video yang beredar, rombongan tidak hanya menutup jalan, tetapi juga diduga melakukan tindakan agresif terhadap pengguna jalan lain.
Rekaman yang diunggah akun Instagram @reset.feeds memperlihatkan situasi dari kamera dasbor sebuah mobil. Saat melaju pelan di jalan raya, kendaraan tersebut tiba-tiba dihadang iring-iringan sepeda motor pengantar jenazah.
Sejumlah pengendara terlihat mengibarkan bendera kuning sambil berteriak dan menghentikan laju kendaraan lain. Bahkan, salah satu pengiring tampak berhenti tepat di depan mobil sehingga memicu kemacetan dan suara klakson dari pengguna jalan.
Situasi memanas ketika seorang pengendara motor turun dari kendaraannya dan menendang mobil yang sedang melintas. Aksi tersebut kemudian dilerai oleh pengemudi angkutan umum yang berada di sekitar lokasi.
“Seorang pengendara mengeluhkan sikap pengiring jenazah yang tidak hanya memblokir jalan, tetapi juga melakukan tindakan kekerasan terhadap kendaraan lain,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut, Sabtu (4/4/2026).
Video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan menuai beragam reaksi dari warganet. Mayoritas menyayangkan tindakan rombongan pengiring jenazah yang dianggap berlebihan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.
Menanggapi hal ini, praktisi keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menegaskan bahwa iring-iringan jenazah memang termasuk kendaraan prioritas di jalan raya, namun tetap harus mematuhi aturan.
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, prioritas tersebut hanya berlaku jika rombongan mendapatkan pengawalan dari kepolisian.
“Pengantar jenazah tidak berhak menghentikan atau mengatur lalu lintas jika bukan petugas berwenang,” ujarnya.
Menurut Jusri, pengawalan resmi dari kepolisian diperlukan agar iring-iringan mendapatkan diskresi hukum dan tetap berjalan tertib tanpa merugikan pengguna jalan lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tetap menghormati aturan lalu lintas, sekaligus menjaga etika di jalan meskipun dalam situasi kedukaan. (vid)

