RELUNG.ID – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul videonya yang memarahi seorang pria lantaran mencatut namanya untuk aksi penipuan.
Aksi penipuan ini bermodus rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan oleh Budi, warga asal Kediri, Jawa Timur, yang tinggal di Kapanewon Playen, Gunungkidul.
Dalam video yang beredar, Endah terlihat membanting asbak kaca di hadapan pelaku sebagai bentuk kemarahan atas tindakan yang merugikan warganya.
“Jangan menganggap saya bodoh,” katanya dalam video tersebut.
“Nèk ono wong ganggu rakyatku sampe déwèké lécet kulité, mungsuhé karo aku (Kalau ada orang yang mengganggu rakyatku sampai kulitnya terluka, dia juga musuhku)” tegasnya.
Bupati Endah juga mengaku telah melaporkan Budi ke Polres Gunungkidul sejak Senin (14/7), sebagai bentuk penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Ini bukan soal emosi. Kalau dibiarkan dan dimaafkan, bisa jadi dia akan mengulangi perbuatannya. Ini demi mencegah hal yang sama terjadi lagi,” jelasnya.
Menurut pengakuan pelaku, sebagian uang yang diterima dari warga memang telah dikembalikan. Namun, Endah menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap termasuk penipuan yang harus diproses secara hukum.
“Dia sudah mengaku menerima uang untuk menjanjikan ASN, dan itu sudah cukup untuk menegaskan bahwa dia pelakunya,” ujarnya.
Endah juga memastikan bahwa Budi bukan warga Gunungkidul maupun Bantul. Ia menegaskan bahwa Gunungkidul tidak boleh menjadi tempat beraksi para penipu dari luar daerah.
“Korban-korbannya warga kita. Kita tidak boleh menerima ‘drop-dropan’ bandit dari luar Gunungkidul,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul, Iptu Andang Patriasmono, menyampaikan bahwa Budi telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
“Sudah kami naikkan ke tahap penyidikan dan pelaku kini dalam penahanan. Kasus ini juga kami kembangkan ke dugaan penggelapan, karena ada masyarakat lain yang juga merasa dirugikan,” pungkasnya. (vid)

