RELUNG.ID – Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta para pejabat yang baru dilantik mengutamakan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi atau simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
Pesan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di Rumah Dinas Wali Kota, Tasik, Jumat (30/10/2026).
Dari total pejabat yang dilantik, tiga di antaranya merupakan pejabat tinggi pratama, dua camat, serta 18 pejabat pada jabatan administrator dan fungsional.
Tiga pejabat tinggi pratama yang dilantik yakni Yan Sabar Sihotang sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Nurmala Sari sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta Alan Gunnery sebagai Inspektur Kota Palembang.
Sementara itu, dua camat yang turut dilantik akan bertugas di Kecamatan Sukarami dan Sematang Borang.
Dalam arahannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa keberhasilan seorang pejabat tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, rapat, maupun dokumentasi, melainkan dari kemampuannya menyelesaikan persoalan masyarakat dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Jabatan bukan kehormatan untuk dipamerkan, tetapi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Rakyat tidak menilai kita dari jumlah rapat, banner, atau foto kegiatan, tetapi pelayanan,” kata Ratu Dewa.
Ia secara khusus meminta Inspektur Kota Palembang memperkuat fungsi pengawasan internal pemerintahan. Pengawasan harus dilakukan secara tegas dan adil, terutama terhadap pengelolaan keuangan, aset daerah, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, serta kepatuhan terhadap pajak daerah.
Menurutnya, fungsi pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Perhatian juga diberikan kepada Kepala DPPKB. Ratu Dewa meminta program edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan pasangan usia subur, serta penguatan posyandu terus ditingkatkan.
Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pendataan jumlah penduduk. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan masyarakat tumbuh dengan kondisi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia yang baik.
“Palembang tidak hanya butuh jumlah penduduk yang terdata, tetapi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap membangun kota ini,” ujarnya.
Kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Ratu Dewa mengingatkan agar pengembangan kebudayaan Palembang tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan peringatan hari besar.
Warisan budaya, menurutnya, harus lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui pendidikan di sekolah, pemanfaatan ruang publik, serta pemberdayaan seniman dan komunitas budaya.
Potensi wisata budaya juga diminta dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tanpa mengabaikan upaya perlindungan terhadap cagar budaya.
“Saya minta kebudayaan hadir dalam kehidupan sehari-hari, masuk ke sekolah, menghidupkan ruang publik, memberdayakan seniman dan komunitas, serta menjadikan wisata budaya sebagai sumber ekonomi rakyat, serta melindungi cagar budaya,” jelasnya.
Sementara itu, kepada camat yang baru dilantik dan seluruh camat di Kota Palembang, Ratu Dewa meminta agar mereka lebih aktif turun langsung ke wilayah masing-masing.
Camat diharapkan memahami kondisi masyarakat dan mampu merespons berbagai persoalan sejak dini, mulai dari masalah sosial, konflik warga, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga banjir.
Ia juga mengingatkan agar aparatur kewilayahan tidak menunggu persoalan menjadi sorotan publik atau viral di media sosial sebelum mengambil tindakan.
“Jangan nunggu viral baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum viral. Jangan dikenal hanya banyak berfoto, tetapi apa yang dirasakan masyarakat, baik itu pelayanan ataupun bantuan yang tersalurkan dengan baik,” tutupnya. (DSK)

