Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Warga Palembang Keluhkan Bau Amonia di Kawasan Pabrik PT Pusri, Minta DLHP Sumsel Segera Bertindak
Regional

Warga Palembang Keluhkan Bau Amonia di Kawasan Pabrik PT Pusri, Minta DLHP Sumsel Segera Bertindak

alwiBy alwi03/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PT Pusri Palembang. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Persoalan bau amonia yang dikeluhkan warga di sekitar kawasan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali menjadi perhatian publik.

Keluhan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini berkembang menjadi desakan agar pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan pupuk milik negara tersebut.

Baca juga :   Akhir Tahun, Perda Pajak dan Retribusi Bakal Digabung

Warga yang tinggal di kawasan ring 1 hingga ring 3 pabrik mengaku kerap mencium bau amonia yang menyengat, terutama pada malam hari. Aroma tersebut disebut muncul berulang kali dengan durasi sekitar 10 hingga 20 menit, sehingga dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.

Sejumlah warga menyebut kondisi itu bukan persoalan baru. Mereka mengaku telah bertahun-tahun menghirup bau menyengat tersebut tanpa melihat adanya perubahan yang signifikan.

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto menyoroti, keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas operasional PT Pusri.

Baca juga :   PSI Sebut PDIP Kesulitan Menang Usai Berpisah dengan Jokowi

Menurutnya, persoalan yang dirasakan warga di kawasan ring 1, ring 2, hingga ring 3 pabrik PT Pusri yaitu bau amoniak beberapa waktu lalu ini perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Nopianto mengatakan, DPRD Sumsel menerima berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri.

Oleh karena itu, setiap persoalan harus dianalisis secara objektif dengan mengedepankan fakta di lapangan.

Baca juga :   Dewan Dorong Sanksi Bagi PT Trimata Benua, Efek Jera Perusahaan yang Abaikan Keselamatan Kerja

“Saya termasuk yang cukup sering mengunjungi PT Pusri. Pabrik saat ini sudah menggunakan teknologi yang jauh lebih modern dan kapasitas produksinya juga meningkat. Namun, modernisasi itu harus benar-benar dibuktikan dengan berkurangnya dampak terhadap lingkungan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan reses anggota DPRD Sumsel Dapil II kota Palembang di Kelurahan Sei Buah belum lama ini.

Menurut dia, peningkatan produksi dan penggunaan teknologi canggih memang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi negara melalui peningkatan produksi pupuk, sekaligus menambah pendapatan daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manfaat ekonomi tidak boleh mengabaikan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan setiap usulan masyarakat agar dapat direalisasikan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang ada,” tegasnya.

Baca juga :   DPRD Sumsel Desak Penertiban Pungutan Komite Sekolah, Pengawasan Bakal Diperkuat

Sebelumnya, keluhan warga terkait bau amoniak yang berasal dari aktivitas PT Pusri juga disuarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) yang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2026).

Dalam aksi itu, puluhan massa meminta Pemprov Sumsel melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) segera menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas PT Pusri Palembang.

Koordinator Aksi Rahmat Sandi Iqbal mengatakan organisasinya telah melakukan survei dan investigasi lapangan serta mengumpulkan berbagai informasi yang menurut mereka mengarah pada dugaan pencemaran lingkungan.

Baca juga :   Tiga Kali Masuk Penjara, Pengedar Sabu Simpan 204 Gram di Rumah Kosong


Menurut SIRA, dugaan tersebut terlihat dari sejumlah indikasi, seperti matinya ikan, perubahan warna air sungai menjadi lebih gelap, munculnya bau menyengat, hingga keluhan warga yang mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air di sekitar lokasi.

Organisasi itu menilai persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan yang optimal.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, SIRA menegaskan setiap pihak yang terbukti menyebabkan pencemaran memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemulihan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga :   KAI Divre III Palembang Perluas PLTS, Dua Depo Kini Gunakan Energi Surya

Dalam aksinya, mereka menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta DLHP Sumsel menurunkan tim penegakan hukum untuk melakukan investigasi, memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran, serta melaporkan persoalan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup agar ditangani sesuai kewenangannya.

“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti laporan ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran berdasarkan hasil investigasi, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu,” kata Rahmat saat berorasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari PT Pusri terkait keluhan warga tersebut. (tim)

Bau Amonia DPRD Sumsel PT Pusri SIRA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumsel Punya Potensi Besar, Bahlil Dorong Masyarakat Lokal Ambil Peran di Industri Tambang
Next Article Sarwendah Klaim Sudah Mengetahui Dugaan Perselingkuhan Ruben Onsu Sejak 2017
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20260 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20261 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20261 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,925 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,798 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,770 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?