Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Makan Debu di Acara Peresmian Akibat Rotor Helikopter Gubernur: Kesiapan Panitia dan Sense of Crisis Dipertanyakan
Regional

Makan Debu di Acara Peresmian Akibat Rotor Helikopter Gubernur: Kesiapan Panitia dan Sense of Crisis Dipertanyakan

RiyadiBy Riyadi13/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Rekaman video warga memperlihatkan tebalnya debu saat helikopter yang ditumpangi oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendarat di Dusun III, Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Rabu (12/8/2026). (Tangkapan Layar TikTok)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID-Kedatangan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menggunakan helikopter dalam peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera di Dusun III, Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Rabu (12/8/2026), menyisakan persoalan.

Bukan hanya soal boleh atau tidak seorang gubernur menggunakan helikopter untuk melakukan kunjungan kerja. Yang menjadi sorotan adalah dampak pendaratan helikopter terhadap kondisi di lokasi acara.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @Adisupri30, terlihat helikopter mendarat di lapangan lokasi acara. Hembusan kuat dari rotor membuat debu beterbangan ke berbagai arah dan mengenai area di sekitar tempat pendaratan.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Turun Langsung Tinjau Lokasi Kolam Retensi Pengendali Banjir di OKU

Situasi tersebut membuat suasana di lokasi peresmian menjadi tidak kondusif. Warga yang berada di sekitar lapangan harus berhadapan dengan debu yang beterbangan akibat hembusan rotor helikopter.

Peristiwa itu kemudian memunculkan pertanyaan sederhana: apakah kondisi lokasi pendaratan sudah benar-benar diperhitungkan sebelum helikopter membawa gubernur mendarat di sana?

Sebab, pendaratan helikopter bukan sekadar persoalan menyediakan ruang untuk mendarat. Kekuatan hembusan rotor harus diperhitungkan, terutama ketika lokasi yang digunakan berupa lapangan dengan permukaan tanah atau material yang mudah berdebu dan berdekatan dengan masyarakat.

Baca juga :   Pasca Insiden Keracunan, Kegiatan Belajar dan Mengajar di SDN 178 Palembang Tetap Berjalan

Persoalan inilah yang kemudian menjadi perhatian warganet. Mereka tidak hanya mempersoalkan keputusan Herman Deru menggunakan helikopter, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat yang berada di lokasi.

“Alangke dzolim nyo pemerintah nih ya Allah, dio lah lemak naik heli dak ngerasoke jalan jahat, pas sampe lah nyikso rakyat pulok gara2 debu itu,” tulis akun @rizajuniarti26 melontarkan kritik
Komentar senada disampaikan akun @abdul.ikram23. “Oy her lah tau musim kemarau ngape ngah pake helicopter her debu nyo her kasian Wang,” tulisnya.

Sementara akun @oktamakeup_plmbg menyoroti penggunaan helikopter oleh Herman Deru yang menurutnya sudah beberapa kali dilakukan.

“Ciri-ciri pemimpin tidak mendengarkan rakyat. Padahal udah sering dihujat karena pakai heli, tapi dengan egonya masih saja dipakai. Memang mancing-mancing mau dihujat,” tulisnya.

Baca juga :   Pengusaha Sound Horeg Minta Maaf ke MUI Jatim Usai Sebut Goblok

Bukan Sekadar Soal Naik Helikopter, Pemimpin Harus Memberi Contoh

Pengamat sosial politik Sumatera Selatan Bagindo Togar menilai persoalan tersebut tidak semata-mata terletak pada penggunaan helikopter.

Menurutnya, seorang kepala daerah harus mampu membaca situasi sebelum mengambil keputusan, termasuk mempertimbangkan dampak fasilitas yang digunakan terhadap masyarakat di lokasi kegiatan.

“Di tengah kondisi seperti sekarang, seorang kepala daerah harus punya sense of crisis. Ketika efisiensi anggaran sedang digencarkan, kemudian gubernur justru tampil dengan kemewahan, tentu ini menjadi sesuatu yang kontradiktif dan bisa menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Bagindo.

Baca juga :   Kisah Pilu Bripda Ghalib, Korban Penembakan Way Kanan, Susul Sang Ayah yang Baru Sebulan Meninggal Dunia

Namun, menurut Bagindo, ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni kesiapan lokasi dan panitia dalam mengantisipasi pendaratan helikopter.

Sebab, jika sejak awal diketahui helikopter akan digunakan untuk membawa gubernur ke lokasi, kondisi tempat pendaratan semestinya dipersiapkan agar tidak mengganggu kegiatan dan masyarakat.

“Kalau memang ada alasan yang sangat mendesak dan objektif, tentu harus dijelaskan kepada publik. Tetapi kalau hanya untuk kenyamanan atau kemudahan, di tengah situasi efisiensi seperti sekarang, tentu menjadi pertanyaan. Sudah sering tiap kunjungan naik helikopter, bukan sekali ini saja. Ini kan pemborosan,” tegasnya.

Baca juga :   Herman Deru Soroti Aset Terlantar di Sumsel: Dari Wilayah Transmigrasi hingga Kota Baru Jakabaring

Menurut Bagindo, persoalan teknis seperti debu yang beterbangan seharusnya dapat diperkirakan sebelum helikopter mendarat. Apalagi kegiatan tersebut merupakan acara resmi yang dihadiri masyarakat.

Karena itu, kejadian tersebut juga menjadi gambaran mengenai bagaimana sebuah kunjungan kepala daerah dipersiapkan. Bagindo menilai perjalanan menggunakan kendaraan darat sebenarnya memiliki keuntungan lain bagi seorang gubernur.

Sepanjang perjalanan, kepala daerah dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan berbagai persoalan di daerah yang dilewati.

Baca juga :   Cegah Masuknya Penyakit Ngorok, Begini Strategi Dinas Pertanian Lubuklinggau

“Kalau dia ke daerah menggunakan mobil, sepanjang perjalanan bisa melihat langsung kondisi infrastruktur yang harus diperbaiki atau dibaguskan. Itu bagian dari fungsi kunjungan seorang gubernur, bukan hanya datang ke satu lokasi, meresmikan kegiatan, lalu kembali,” katanya.

Menurutnya, jalan yang rusak, jembatan, fasilitas umum hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat menjadi perhatian langsung seorang gubernur ketika melakukan perjalanan darat.

“Jadi ada nilai tambah dari kunjungan tersebut. Gubernur bisa melihat apa yang terjadi di lapangan, bukan hanya datang ke satu lokasi, meresmikan kegiatan, lalu kembali,” ujarnya.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Siapkan WFH ASN, Antisipasi Krisis BBMSehari

Bagindo tidak menutup kemungkinan penggunaan helikopter memang memiliki alasan tertentu, terutama jika berkaitan dengan waktu atau kondisi akses menuju lokasi. Namun, alasan tersebut menurutnya tetap harus mempertimbangkan kepantasan, kondisi masyarakat, serta kesiapan lokasi.

Bagi Bagindo, persoalan seperti ini penting karena masyarakat tidak hanya melihat kebijakan yang dibuat pemerintah, tetapi juga melihat bagaimana pejabat publik menggunakan fasilitas yang tersedia.

Ketika pemerintah sedang mendorong efisiensi, seorang kepala daerah juga harus menunjukkan sikap yang mencerminkan semangat tersebut.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Kukuhkan Heni Sri Wahyuni sebagai Kepala BKN Regional VII Palembang


Begitu pula ketika seorang gubernur menghadiri acara masyarakat, cara kedatangannya semestinya tidak justru menimbulkan persoalan baru di lokasi.

“Pemimpin itu bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keteladanan. Ketika masyarakat diminta memahami efisiensi, pejabat publik juga harus menunjukkan bahwa dirinya berada dalam semangat yang sama,” pungkasnya.[YSF]

Gubernur Sumsel Helikopter Makan Debu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla Sumsel: 9 Pelaku Ditangkap, Modus Bakar Lahan untuk Sawit dan Kopi
Next Article Gerebek Rumah Pengedar Narkoba, Polisi Sita Senpira dan Amunisi Aktif
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,994 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,866 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,838 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?