RELUNG.ID- Penyanyi dan artis Betrand Peto membantah tudingan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita berinisial ANW (26) di sebuah klub malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Betrand dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/6780/1X/2026/SPK//POLDA METRO JAYA.
Betrand menegaskan dirinya tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan kepadanya.
“Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang,” kata Betrand dalam jumpa pers di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).
Kuasa hukum Betrand, Koko Joseph Irianto, turut membantah sejumlah keterangan yang disampaikan pihak ANW. Salah satunya terkait tudingan Betrand menarik tangan korban.
“Dikatakan dalam press conference pelapor kemarin, bahwa klien kami menarik tangan dari pelapor. Dan dengan tegas untuk itu kami bantah, bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar,” ujar Koko Joseph.
Ia juga membantah tudingan adanya pelecehan seksual yang dilakukan Betrand di depan toilet klub malam.
“Lalu yang menjadi highlight di sini, adalah dikatakan dalam press conference pelapor ada pelecehan di depan toilet. Kami juga membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar. Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami,” katanya.
Koko Joseph menegaskan tidak ada niat dari Betrand untuk melakukan pelecehan. Menurut dia, terdapat sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu, dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang,” ujarnya.
Sementara itu, kasus tersebut bermula dari laporan ANW ke Polda Metro Jaya. ANW mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual ketika berada di sebuah klub malam kawasan SCBD pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Saat itu, ANW datang bersama rekannya, DYP (22). Menurut keterangannya, ANW sempat diajak masuk ke sebuah private room setelah mendapat tawaran dari staf klub.
ANW kemudian mengaku mengalami dugaan pelecehan ketika keluar dari ruangan bersama Betrand untuk mencari DYP.
“Enggak ada (omongan), dia langsung menyerang saya,” kata ANW.
ANW juga mengaku sempat melakukan perlawanan hingga mengalami sejumlah luka memar pada tubuhnya, antara lain di bagian leher, siku, dan tangan.
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Ruben, Betrand tidak terlibat dalam perkelahian ataupun tindakan kekerasan terhadap ANW.
“Tadi pagi saya sempat berkomunikasi singkat dengan Ruben. Ruben mengatakan bahwa kalau informasi dari temannya Onyo mengatakan bahwa Onyo itu tidak terlibat dalam perkelahian atau apa pun yang disangkakan dilakukan oleh Onyo sesuai dengan pemberitaan yang ada, ya,” ujar Minola.
Di tengah perkara tersebut, Betrand juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara penganiayaan yang dilaporkan selebgram Beby Hatami. Pemeriksaan berlangsung sekitar empat jam di Mapolda Metro Jaya.
Dalam pemeriksaan itu, Betrand memberikan keterangan mengenai kejadian yang dilihatnya, termasuk perselisihan antara Beby dan perempuan berinisial DYP.
Kuasa hukum Betrand, Timothy Ezra, menegaskan perkara penganiayaan tersebut tidak berkaitan dengan laporan dugaan pelecehan seksual yang dibuat ANW.
“Kalau untuk TPKS (tindak pidana kekerasan seksual) ada porsinya sendiri, ini (penganiayaan) ada porsinya sendiri. Jadi kita enggak boleh saling kaitkan gitu ya. Jadi punya masing-masing penyidikannya masing-masing,” kata Ezra.
Setelah terseret kasus tersebut, Betrand memilih untuk sementara waktu mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan. Ia bahkan meminta izin tidak mengikuti syuting sinetron pada Senin (21/9/2026).
“Ya (enggak ikut syuting), karena emang lagi enggak ambil aktivitas dulu biar semuanya bisa kelar dengan baik-baik,” ujar Betrand.
Betrand belum mengetahui kapan akan kembali menjalani aktivitas syuting. Ia memilih menunggu perkembangan perkara yang tengah diproses kepolisian.
“Belum tahu. Yang penting doain aja lah semuanya semoga bisa bisa selesai dengan cepatlah,” katanya.
Meski aktivitasnya terganggu, Betrand memastikan tetap mengikuti proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan menghindari pemeriksaan penyidik.
“Aku di sini enggak akan ke mana-mana, saya akan selalu taati apa yang sedang berjalan sekarang,” ujarnya.[YKP]

