RELUNG.ID- Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta maaf kepada masyarakat setelah ucapannya menggunakan kata “enjoy” di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan.
Dewa mengakui pilihan kata tersebut kurang tepat dan berpotensi membuat masyarakat menilai dirinya tidak peduli terhadap kondisi yang tengah dihadapi warga.
Permintaan maaf itu disampaikan Dewa melalui keterangan yang diunggah di akun Instagram @ratudewa pada 7 Oktober 2026.
“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf kepada warga yang terdampak karhutla, baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus-menerus,” ujar Dewa.
Dewa menegaskan, Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menangani dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Tim pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disebut terus disiagakan untuk menangani titik api.
“Tim Damkar dan BPBD kota sudah berupaya maksimal tiap hari tanpa lelah, standby memadamkan titik api,” katanya.
Selain penanganan kebakaran, Dewa mengatakan Pemkot Palembang juga mengerahkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menurutnya, petugas kesehatan melakukan pelayanan secara langsung dan menyiapkan posko kesehatan. Sementara jajaran kecamatan dan kelurahan turun ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Tim kesehatan yang selalu jemput bola dan posko untuk penanganan kesehatan terdampak, kecamatan kelurahan yang turun ke lapangan edukasi warga untuk berkendaraan saat di luar menggunakan masker dan lainnya,” jelasnya.
Terkait ucapan “enjoy” yang kemudian menjadi sorotan, Dewa mengatakan pernyataannya telah menimbulkan kesalahpahaman.
Ia memastikan tidak bermaksud menganggap ringan kondisi kabut asap maupun menyampaikan bahwa dirinya menikmati situasi tersebut.
“Pertama, saya minta maaf kepada masyarakat Kota Palembang kalau ucapan saya soal enjoy kemarin menyinggung atau membuat masyarakat merasa saya tidak peduli. Saya paham kondisi sekarang tidak mudah,” ujarnya.
Dewa menyadari kabut asap telah berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga Palembang.
“Jadi tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak,” katanya.
Ia menjelaskan, maksud dari pernyataan tersebut adalah pentingnya seorang pemimpin tetap tenang dan berpikir positif ketika menghadapi situasi sulit.
“Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik,” jelas Dewa.
Meski demikian, Dewa mengakui penggunaan kata “enjoy” dalam situasi kabut asap bukan pilihan yang tepat.
“Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf,” katanya.
Dewa memastikan Pemkot Palembang akan terus melakukan penanganan terhadap persoalan kabut asap dan berupaya melindungi masyarakat dari dampaknya.
“Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat,” ujarnya.[YKP]

