RELUNG.ID– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai pemberantasan korupsi dan pembenahan birokrasi membutuhkan langkah tegas untuk menyingkirkan hambatan yang menghalangi perubahan.
Ia menyoroti tindakan Presiden Prabowo Subianto terhadap pihak-pihak yang dinilai merugikan negara, termasuk orang-orang di lingkaran kekuasaan.
Pandangan itu disampaikan Rocky dalam program Talkshow Spesial: Jejak Perubahan di tvOne, Senin (19/10/2026).
Rocky menilai langkah pemberantasan korupsi harus dilakukan secara konsisten, tanpa membedakan kedekatan seseorang dengan penguasa. Menurut dia, ketegasan terhadap pejabat yang bermasalah menjadi bagian dari upaya membenahi tata kelola pemerintahan.
“Jadi ini radical break memang pasti akan ada, akan berulang dan beruntun upaya itu,” ujar Rocky.
Ia juga menjelaskan alasannya bergabung sebagai anggota Wantimpres. Rocky menegaskan, keputusannya bukan untuk mengejar jabatan atau kemewahan, melainkan mendorong perubahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Saya pendaki gunung bukan pendaki kekuasaan. Buat apa kemewahan di situ? Yang saya marah adalah oligarki bercokol di situ. Jadi ya buat bersihin aja, enggak ada motif lain,” katanya.
Rocky menilai perubahan kebijakan tidak cukup hanya dengan meluncurkan program pemerintah. Hambatan struktural yang membuat manfaat pembangunan tidak dirasakan secara merata juga perlu dibenahi.
Ia mengaitkan agenda perubahan tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan koperasi. Menurut Rocky, program-program itu membutuhkan lingkungan ekonomi yang memberi ruang lebih besar bagi partisipasi masyarakat.
“Jadi pemerintah lakukan dulu radical break supaya tumbuh. Tidak mungkin mawar tumbuh di tengah belukar. Dipangkas dulu belukarnya. Belukar itu apa? Kapitalisme,” ujarnya.
Dalam pandangannya, koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses ekonomi masyarakat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.
Rocky bahkan menyebut koperasi sebagai solusi untuk menghadapi dominasi sistem ekonomi yang menurutnya terlalu menguntungkan kelompok tertentu.
“Koperasi itu obat yang paling tepat, antibiotik paling tepat untuk membunuh virus kapitalisme supaya terjadi, jejak jelang jatuhnya kapitalisme,” pungkasnya.
Pernyataan Rocky tersebut menempatkan pemberantasan korupsi, pembenahan birokrasi, dan penguatan koperasi sebagai bagian dari agenda perubahan yang ia dorong. Namun, efektivitas agenda tersebut tetap bergantung pada pelaksanaan kebijakan, transparansi penegakan hukum, serta sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.[YKP]

