RELUNG.ID- Akademisi dan pemerhati politik, Ade Indra Chaniago, meraih penghargaan nasional APSIPOL Award for Community Engagement 2026 dari Asosiasi Program Studi Ilmu Politik se-Indonesia (APSIPOL), Senin (2/11/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Temu Nasional dan Peringatan Satu Dekade APSIPOL di Gedung ASEEC Tower, Kampus B Universitas Airlangga, Jalan Dharmawangsa, Surabaya.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Ade dalam mendorong keterlibatan akademisi dan ilmu politik di tengah masyarakat.
Ade menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada APSIPOL atas penghargaan yang diterimanya. Namun, ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas pencapaian pribadi, melainkan amanah sekaligus pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus memiliki tanggung jawab sosial.
“Saya percaya bahwa ilmu politik tidak boleh hanya hidup di ruang seminar, ruang kuliah, atau menjadi perdebatan di kalangan akademisi. Ilmu politik harus hadir di tengah masyarakat, membantu publik memahami persoalan kekuasaan, kebijakan, demokrasi, keadilan, dan tata kelola pemerintahan,” ujar Ade.
Menurutnya, politik tidak semata-mata berkaitan dengan cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Lebih dari itu, politik harus menjadi instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
Karena itu, keterlibatan masyarakat atau community engagement menjadi bagian penting dari tanggung jawab intelektual. Akademisi dan pemerhati politik tidak cukup hanya mengamati berbagai persoalan, tetapi juga harus mampu menjembatani pengetahuan dengan kebutuhan publik.
Ade menilai peran tersebut diperlukan untuk mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia berharap penghargaan APSIPOL Award 2026 dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, berkontribusi, serta memperkuat peran ilmu politik dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat, khususnya mereka yang selama ini menjadi sumber pembelajaran, inspirasi, dan perjuangan dalam kerja-kerja pengabdian,” katanya.
Ade menegaskan, keberhasilan ilmu pengetahuan tidak seharusnya hanya diukur dari perkembangannya di lingkungan akademik. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana ilmu tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [YSF]

