RELUNG.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripda Ghalib, anggota reserse kriminal umum Polres Way Kanan yang gugur dalam insiden penembakan oleh orang tak dikenal saat menjalankan tugas, Senin (17/3/2025) sore.
Kepergiannya yang tragis semakin mengharukan karena hanya berselang satu bulan setelah sang ayah meninggal dunia. Keluarga yang masih dalam suasana berkabung kini kembali harus menghadapi kehilangan yang begitu berat.
Sosok Bripda Ghalib
Bripda Ghalib merupakan lulusan angkatan 45 Bintara Polri yang menjalani pendidikan di SPN Kemiling dan lulus pada tahun anggaran 2020/2021.
Ia berasal dari Bandar Lampung dan ditugaskan di Polres Way Kanan. Rekan-rekannya mengenalnya sebagai sosok yang ceria, ramah, dan penuh semangat dalam menjalankan tugas.
“Sebulan yang lalu bapaknya baru saja meninggal dunia, kami sempat melayat ke rumahnya. Sekarang kami semua kaget dan tidak menyangka kawan yang begitu baik dan selalu ceria kini telah berpulang juga. Doa kami semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ungkap salah satu rekannya dengan mata berkaca-kaca.
Bripda Ghalib yang masih berstatus lajang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Rekan-rekan seangkatannya sering bercerita tentang bagaimana ia selalu hadir di setiap kesempatan reuni dan tidak pernah absen dalam berbagai kegiatan sosial.
Di rumah duka yang berlokasi di Tanjungsenang, Bandar Lampung, suasana haru menyelimuti keluarga besar Bripda Ghalib. Ibunda dan saudara-saudaranya tampak tak kuasa menahan air mata saat menerima kabar duka tersebut.
“Baru sebulan lalu kami kehilangan ayahnya, sekarang Ghalib juga pergi. Kami sangat terpukul, seolah kehilangan dua pilar utama dalam keluarga dalam waktu yang begitu singkat,” ujar salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.
Tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Banyak di antara mereka yang mengenang Bripda Ghalib sebagai sosok yang santun, berbakti kepada orang tua, dan selalu membantu sesama.
“Kami kehilangan anak yang baik, ramah, dan penuh semangat. Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuknya di surga,” ujar seorang kerabat.
Kronologi Insiden Penembakan
Bripda Ghalib gugur dalam insiden penembakan yang terjadi di lokasi perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (17/3/2025) sore sekitar pukul 16.50 WIB, ketika 17 personel Polres Way Kanan mendatangi tempat kejadian untuk melakukan penggerebekan terhadap praktik perjudian ilegal.
Saat tiba di lokasi, tim kepolisian langsung diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal. Serangan mendadak tersebut menyebabkan tiga anggota kepolisian gugur di tempat, yaitu Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib.
Mereka mengalami luka tembak di bagian kepala, yang menyebabkan nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan insiden tersebut. “Benar terjadi peristiwa penembakan. Sebanyak 17 personel Polres Way Kanan mendatangi lokasi sabung ayam, namun saat di TKP mereka langsung ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga tiga personel gugur dalam tugas,” ujar Yuni, Senin (17/3/2025).
Setelah insiden terjadi, ketiga jenazah korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi.
Sementara itu, Kapolda Lampung langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan memastikan keselamatan anggota yang tersisa.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku penembakan. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegas Yuni. (KPB)
