RELUNG.ID- Pemimpin Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi, Asep Setiawan alias Abah Setu, menyampaikan permintaan maaf buntut video yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Abah Setu dalam kegiatan klarifikasi dan mediasi yang digelar Polres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dalam forum tersebut Abah Setu menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat.
“Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, informasi dan keterangan yang telah diperoleh masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Meski permintaan maaf telah disampaikan, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang memicu keresahan tersebut.
Budi mengatakan polisi juga terus memantau situasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun main hakim sendiri.
“Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” kata Budi.
Sebelumnya, sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin Abah Setu di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (7/9/2026) malam.
Kedatangan warga dipicu beredarnya video yang diduga memuat pernyataan bernada penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat kemudian mendatangi lokasi untuk mencegah situasi berkembang.
Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui mekanisme laporan kepolisian.
“Warga kemudian membubarkan diri pada Selasa dini hari dengan situasi aman dan kondusif,” ujar Budi.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap video dan keterangan para pihak terkait untuk memastikan duduk perkara peristiwa tersebut.[YKP]

