Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»ASN Inspektorat OKI Tewas Ditusuk Istri Saat Gendong Bayi 6 Bulan
Regional

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditusuk Istri Saat Gendong Bayi 6 Bulan

RiyadiBy Riyadi21/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Seorang perempuan diamankan setelah salah satu ASN Inspektorat OKI tewas ditusuk. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Seorang pegawai negeri sipil (PNS) bernama Anton (32), yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas ditusuk istrinya, Deka (28), saat sedang menggendong anak mereka yang masih berusia enam bulan.

Peristiwa tersebut terjadi di samping masjid yang berada di depan Kantor Inspektorat Kabupaten OKI, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Deka datang ke Kantor Inspektorat OKI bersama anaknya dan ditemani kakak perempuannya.

Baca juga :   Pria di Palembang Ditemukan Tewas Terikat di Kebun Warga, Diduga Korban Kekerasan

Kedatangan Deka disebut untuk menemui Anton terkait permintaan bantuan biaya pengobatan anak mereka.

Namun, pertemuan keduanya berujung cekcok. Dalam situasi tersebut, Deka diduga mengambil sebilah pisau yang dibawanya dari dalam tas.

Pisau itu kemudian digunakan untuk menyerang Anton.

Baca juga :   Presiden Prabowo Pastikan THR ASN Cair Maret 2025

Seorang pegawai Inspektorat yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan Anton mengalami sejumlah tusukan hingga terkapar di samping masjid dengan pisau masih menancap di bagian dada.

Saat itu, Anton disebut masih menggendong anaknya yang berusia enam bulan.

“Saat kami sedang mengangkat korban yang terkapar, pelaku mencabut pisau dari dada korban, sambil berkata, ‘itu masih hidup’, berusaha menusuk lagi. Namun, pisau berhasil direbut, lalu kami buang jauh,” ujar pegawai Inspektorat yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Baca juga :   ASN Way Kanan Menyamar Jadi Jaksa, Sempat Kelabui Dua Kantor Kejaksaan di Sumsel dan Maksa Bertemu Bupati OKI Sebelum Ditangkap

Anton kemudian dibawa ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Anak korban yang masih berusia enam bulan juga disebut mengalami luka sayat pada bagian jari tangan.

Deka yang masih berada di lokasi kemudian diamankan di Kantor Inspektorat OKI sebelum dijemput personel Satreskrim Polres OKI.

Baca juga :   ASN Kemenekraf Meninggal Saat Gladi Komcad, DPR Minta Penyebab Diusut

Kuasa hukum sekaligus kerabat korban, Aulia Aziz Al Haqqi, mengatakan Anton dan Deka sedang dalam proses perceraian.

Menurut Aulia, proses tersebut telah berjalan sekitar satu bulan. Ia mengaku baru berkonsultasi dengan Anton terkait persoalan perceraian dua hari sebelum kejadian.

“Korban Anton, sebagai suami, sedang mengajukan di kedinasan dan sudah berjalan satu bulan. Informasi yang saya terima langsung dua hari yang lalu dari korban atau almarhum, ketika konsultasi ke saya selaku kuasa hukum proses perceraiannya,” ujar Aulia saat ditemui di RSUD Kayuagung.

Baca juga :   Ada Potensi Awan Hujan 27-28 Agustus, BPBD Sumsel Siapkan OMC

Aulia mengatakan Anton sempat bercerita mengenai persoalan rumah tangganya selama lima tahun pernikahan.

Menurut dia, Anton mengaku mengalami tekanan dalam rumah tangga, termasuk persoalan yang melibatkan keluarga dan orangtuanya.

“Artinya, cukup beralasan bagi almarhum untuk meninggalkan istrinya. Mungkin dari sikap, sifat dan cara istri memperlakukan suami,” katanya.

Baca juga :   Cuti Bersama Lebaran Selesai, Tol Terpeka Mulai Normal

Meski telah berpisah selama sekitar satu bulan, Anton disebut masih memberikan nafkah dan memenuhi kebutuhan yang diminta istrinya.

“Atas kejadian ini, kita sangat menyayangkan, karena Anton, walau telah berpisah satu bulan, masih menafkahi atau memenuhi kebutuhan yang diminta istri,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP M Raka Dwi Darma membenarkan peristiwa tersebut.

Baca juga :   WFH Diawasi Ketat, Ratu Dewa Minta Warga Laporkan ASN yang Keluyuran Saat Jam Kerja

Menurut Raka, kejadian bermula ketika Deka datang ke Kantor Inspektorat OKI untuk menemui Anton. Pertemuan tersebut berkaitan dengan permintaan bantuan biaya pengobatan anak.

“Namun, pertemuan tersebut berkembang menjadi perselisihan. Pelaku kemudian mengambil pisau yang dibawanya dari dalam tas dan menyerang korban. Korban mengalami sejumlah luka hingga akhirnya terjatuh dan meninggal dunia,” kata Raka.

Polisi telah mengamankan Deka beserta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga :   Biduan Ditemukan Tewas di Kontrakan Lubuklinggau, Polisi Temukan Tanda Kekerasan

“Kami telah mengamankan terduga pelaku dan sejumlah barang bukti,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan berupa sebilah pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

“Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pembuktian dan pemeriksaan terhadap para saksi,” kata Raka.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif penyerangan dan kondisi yang melatarbelakangi perkara tersebut.[HWJ]

ASN Ditusuk Istri Inspektorat OKI Tewas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIstri Siri di Lubuklinggau Aniaya Suami di Warung Pasar Satelit
Next Article Banggar DPRD Sumsel Tolak DBH Kurang Salur Rp1,018 Triliun Masuk APBD Perubahan 2026
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,748 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?