Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Beras Premium 5 Kg Langka di Sumsel, Serapan Gabah Disorot
Politik

Beras Premium 5 Kg Langka di Sumsel, Serapan Gabah Disorot

alwiBy alwi22/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel, Fenus Antonius. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi perhatian Komisi II DPRD Sumsel.

Kondisi tersebut dinilai janggal karena terjadi di tengah produksi padi Sumsel yang mencapai sekitar 2,8 juta ton hingga Agustus 2026.

Baca juga :   Megawati: Masyarakat Harus Kritis Terhadap Penyaluran Bansos di Tengah Pemilu 2024

Komisi II DPRD Sumsel kini menelusuri dugaan adanya gabah hasil panen petani Sumsel yang justru diserap dan dibawa ke luar daerah. Lampung menjadi salah satu wilayah yang disebut dalam indikasi tersebut.

Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan. DPRD Sumsel menilai perlu dilakukan pencocokan data produksi padi, penyerapan gabah, distribusi, hingga stok beras untuk mengetahui penyebab sebenarnya kelangkaan beras premium di pasaran.

Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel, Fenus Antonius, mengatakan persoalan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan kunjungan lapangan ke salah satu produsen beras di Palembang.

Baca juga :   Ketua DPRD Sumsel Dorong Karate Jadi Pilar Pembinaan Mental Generasi Muda

Dalam kunjungan tersebut, produsen mengeluhkan sulitnya memperoleh gabah dari petani. Selain pasokan yang terbatas, harga bahan baku juga disebut mengalami kenaikan.

“Barang ini agak susah sekarang. Mereka juga mendapatkan bahan baku yang susah dan harganya tinggi,” kata Fenus, Jumat (21/8/2026) sore.

Dari informasi tersebut, Komisi II kemudian mendapat indikasi bahwa sebagian gabah produksi petani Sumsel berpotensi mengalir ke luar daerah.

Baca juga :   Maung Pindad Jadi Armada KPU untuk Distribusikan Logistik Pemilu, Begini Spesifikasinya

“Ini baru indikasi. Kita belum bisa memastikan benar atau tidak. Karena itu perlu kita antisipasi dan bongkar bersama-sama,” ujarnya.

Fenus mengatakan dugaan tersebut perlu segera diverifikasi karena produksi padi Sumsel berdasarkan data yang dimiliki DPRD mencapai sekitar 2,8 juta ton hingga Agustus 2026.

Menurutnya, angka produksi tersebut semestinya mampu menopang kebutuhan beras masyarakat Sumsel apabila penyerapan gabah dan distribusinya berjalan sesuai dengan kondisi produksi.

Baca juga :   DPRD Palembang Wanti-Wanti RDPS Pilih Kepala Dinas sesuai Keahliannya

Karena itu, Komisi II akan mencocokkan data produksi padi dengan jumlah gabah yang telah diserap Bulog serta stok beras yang tersedia di Sumsel.

“Kita akan lihat, Bulog sudah berapa ton menyerap dari petani. Kemudian kita bandingkan dengan data hasil pangan yang tercatat 2,8 juta ton. Kalau setelah diverifikasi datanya tidak sampai, maka indikasi padi keluar dari Sumsel harus kita dalami,” jelasnya.

DPRD Sumsel menilai persoalan ini tidak cukup hanya dilihat dari sisi kelangkaan beras premium di tingkat konsumen. Yang lebih penting, kata Fenus, adalah mengetahui alur gabah sejak dari petani hingga menjadi beras yang beredar di pasar.

Baca juga :   Alasan Prabowo Berkali-kali Maju Pilpres: Saya Lihat Indonesia Menuju Arah yang Salah

Untuk itu, Komisi II berencana memanggil Satgas Pangan dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam rapat pembahasan.

Instansi yang akan dilibatkan antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian serta Bulog.

Pembahasan akan mencakup kondisi pasokan gabah, harga bahan baku, penyerapan hasil panen, stok beras hingga kemungkinan adanya distribusi gabah keluar Sumsel.

Baca juga :   DPRD Sumsel Bahas Tiga Raperda, Seluruh Fraksi Sampaikan Dukungan


“Ini harus kita lihat bersama. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Bulog dan seluruh pemangku kepentingan harus ikut memastikan pasokan pangan Sumsel aman,” tegas Fenus.

Apabila hasil verifikasi nantinya menunjukkan bahwa distribusi gabah keluar daerah turut menyebabkan terganggunya pasokan beras di Sumsel, Komisi II mendorong adanya langkah pengamanan produksi pangan daerah.

Fenus bahkan membuka kemungkinan adanya regulasi dari Pemerintah Provinsi Sumsel yang mengatur distribusi komoditas pangan strategis, khususnya gabah.

Baca juga :   Penyegelan RMK Energy, Ketua DPRD Sumsel: Memang Seharusnya Begitu!

Regulasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memastikan kebutuhan masyarakat Sumsel tetap menjadi prioritas, tanpa mengabaikan kepentingan petani maupun mekanisme perdagangan.

“Kalau memang diperlukan, kita harus mendorong Gubernur Sumsel untuk membuat aturan yang mengatur hasil pangan masyarakat, khususnya padi, agar tidak sembarangan dibawa keluar Sumsel,” katanya.

Meski demikian, Fenus mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dibuat terburu-buru. Pemerintah perlu memastikan adanya data dan kajian yang kuat sehingga pengaturan distribusi gabah tidak justru merugikan petani.

Baca juga :   DPRD Sumsel Tetapkan Herman Deru dan Cik Ujang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Selain persoalan pasokan, Komisi II juga mengantisipasi dampak lanjutan dari kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram.

Fenus khawatir konsumen yang kesulitan memperoleh beras premium akan beralih membeli beras program pemerintah yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu.

“Jangan sampai ketika beras premium langka, masyarakat bergeser ke beras program pemerintah. Ini yang juga harus kita antisipasi,” ujarnya.

Baca juga :   Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi Berkomitmen Wujudkan Pilkada Serentak Aman dan Damai

Menurutnya, produksi padi yang besar tidak serta-merta menjamin ketersediaan beras di pasar. Persoalan dapat muncul apabila penyerapan gabah, distribusi, pengolahan, hingga perdagangan tidak berjalan secara seimbang.

Karena itu, Komisi II DPRD Sumsel akan mendorong penelusuran dari hulu hingga hilir untuk memastikan penyebab kelangkaan beras premium sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat Sumsel. (DSK)

Beras DPRD Sumsel Gabah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMabuk Miras, Pria di Lubuklinggau Terobos Acara Yasinan Hingga Berakhir Diamuk Massa
Next Article DPRD Sumsel Warning HGU Bermasalah: Tak Layak, Jangan Diperpanjang!
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?