Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»BPS Sumsel Akui DTSEN Belum Sempurna, 2.170 Data Masyarakat Belum Ditemukan di Sensus Ekonomi
Regional

BPS Sumsel Akui DTSEN Belum Sempurna, 2.170 Data Masyarakat Belum Ditemukan di Sensus Ekonomi

alwiBy alwi08/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Tim DTSEN BPS Sumsel, Zahira. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sumsel masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya, masih adanya masyarakat yang menolak memberikan data saat proses pendataan dilakukan.

Hal ini membuat DTSEN hingga kini belum sempurna dan baru 33,13 persen yang telah dimutakhirkan atau diperbarui.

Baca juga :   Sensus Ekonomi Ditolak Warga OKI, BPS Libatkan RT Hingga Kedinasan

Ketua Tim DTSEN BPS Sumsel, Zahira, mengatakan pemutakhiran DTSEN bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sekali kemudian dianggap selesai. Data tersebut bersifat dinamis karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terus mengalami perubahan.

“Penentuan kesejahteraan tidak ditentukan satu variabel saja, tetapi ada 41 variabel. DTSEN itu bukan data sekali dibuat langsung selesai karena datanya dinamis dan terus dimutakhirkan,” katanya.

Menurutnya, perubahan data penduduk dapat terjadi setiap saat, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan domisili hingga perubahan kondisi sosial ekonomi.

Baca juga :   Harga Kopi di Pagar Alam Naik hingga Rp63 Ribu per Kilogram, Petani Mulai Jual Stok Simpanan

Di Sumsel, pada 10 April 2026 tercatat sebanyak 9.288.375 record individu dan 2.887.897 record keluarga dalam DTSEN. Saat pemutakhiran kembali dilakukan pada 10 Juli 2026, jumlahnya meningkat menjadi 9.309.748 record individu dan 2.905.756 record keluarga.

Namun, dari keseluruhan data tersebut, tingkat pemutakhiran baru mencapai 33,13 persen.

Zahira mengakui masih rendahnya tingkat pemutakhiran tersebut tidak lepas dari kendala di lapangan. Salah satunya adalah petugas yang kesulitan memperoleh informasi karena masih ada masyarakat yang enggan memberikan data.

Baca juga :   1,5 Juta Usaha di Sumsel Terdata Dalam Sensus Ekonomi

“Kami akui DTSEN itu tidak sempurna karena baru 33 persen data yang dimutakhirkan. Selebihnya hampir 70 persen belum dimutakhirkan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan ketidaksesuaian data tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada BPS. Menurutnya, pemutakhiran membutuhkan keterlibatan masyarakat karena sejumlah informasi harus dikonfirmasi secara langsung.

“Kami masih sulit mendapatkan data dari masyarakat. Dan masih ribut kenapa data tidak sesuai, maka kami akui ini memang tugas bersama untuk memutakhirkan data ini,” ujarnya.

Baca juga :   Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Soroti Kejanggalan Data DTSEN

BPS juga menemukan masih adanya masyarakat yang belum tercatat dalam pendataan tertentu. Di Sumsel, terdapat sekitar 2.170 data masyarakat yang belum ditemukan dalam Sensus Ekonomi sehingga turut menyulitkan proses pemutakhiran.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketepatan data yang digunakan pemerintah, termasuk dalam menentukan penerima bantuan sosial.

Zahira menyebut masih ada masyarakat, termasuk sebagian penerima bansos, yang justru menolak didata karena khawatir perubahan informasi akan memengaruhi posisi mereka dalam desil kesejahteraan.

Baca juga :   November, Sumsel Alami Inflasi 0,73 Persen, Kota Palembang Paling Tinggi

Padahal, menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap proses pemutakhiran tersebut. Penentuan desil kesejahteraan tidak hanya bergantung pada hasil pendataan langsung oleh petugas.

DTSEN menggunakan 41 variabel untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi seseorang. Data administrasi maupun informasi dari sumber lain juga dapat menjadi bagian dari proses pemeringkatan.

“Banyak variabel penentu untuk pemeringkatan desil. Walaupun belum didata, dia bisa masuk dari satu atau dua variabel,” jelasnya.

Baca juga :   [Laporan Khusus] Ekonomi Tumbuh, Warga Tetap Mengeluh: Siapa yang Benar-Benar Menikmati?

Salah satu informasi yang dapat digunakan antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data pelanggan listrik. Penggunaan daya listrik, misalnya, dapat menjadi salah satu variabel dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Meski demikian, masuk dalam kelompok atau desil tertentu tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan sosial.

“BPS Sumsel mendorong masyarakat turut berperan dalam proses pemutakhiran DTSEN dengan memberikan informasi yang benar ketika dilakukan pendataan,” tutupnya. (THQ)

BPS Sumsel DTSEN Sensus Ekonomi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKabut Asap Mulai Ganggu Kesehatan Siswa, Disdik Palembang Siapkan Opsi Sekolah Online
Next Article Dikejar Polisi, Pelaku Curas di Palembang Nekat Terjun ke Rawa
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,753 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?