Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Cerita Warga Palembang Gunakan QRIS, Sudah 5 Tahun Tak Kantongi Uang Tunai
Bisnis

Cerita Warga Palembang Gunakan QRIS, Sudah 5 Tahun Tak Kantongi Uang Tunai

RiyadiBy Riyadi26/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Salah satu pengunjung kedai kopi Sangkar Palembang saat melakukan transaksi menggunakan QRIS, Jumat (26/6/2026). (Relung.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Perubahan gaya hidup masyarakat menuju transaksi digital semakin terasa di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya dialami Pebri Yanti (33), seorang ibu rumah tangga yang mengaku sudah lima tahun terakhir tidak lagi membawa uang tunai saat beraktivitas.

Setiap bepergian maupun berbelanja, Pebri hanya mengandalkan telepon genggamnya untuk melakukan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang tersedia di berbagai aplikasi mobile banking maupun dompet digital.

“Sudah jarang sekali bahkan nggak pernah bawa uang cash. Lebih simpel pakai QRIS,” kata Pebri kepada RELUNG.ID, Jumat (26/6/2026).

Baca juga :   Produksi Ikan di Sumsel Menurun pada 2024, Patin Alami Peningkatan Signifikan

Menurutnya, pembayaran non-tunai jauh lebih praktis dibandingkan transaksi menggunakan uang tunai. Selain prosesnya cepat, ia juga tidak perlu lagi repot menerima uang kembalian dalam bentuk koin.

“Kadang suka ada kembalian kalau transaksi cash, seperti Rp500 atau Rp1.000. Sudah malas kantongi koin, jadi lebih enak pakai QRIS,” ujarnya.

QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia sejak 2019 awalnya hanya tersedia di sejumlah pusat perbelanjaan dan restoran. Namun kini, metode pembayaran tersebut sudah dapat digunakan hampir di semua tempat, termasuk warung makan dan pedagang kecil.

Baca juga :   Efisiensi Anggaran Tak Tepat Sasaran, Apindo Sumsel Sebut Sektor Usaha Bisa Ikut Terseret

“Belanja di warung pun sudah ada yang pakai QRIS, bahkan warung bakso juga sudah pakai QRIS. Pokoknya sudah lima tahun saya tidak kantongi uang tunai. Hanya beberapa kali saya, itu pun untuk bayar parkir,” katanya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Eko (38). Ia mengaku hampir seluruh kebutuhan sehari-hari kini dibayar menggunakan QRIS.

“Beli popok anak pakai QRIS, jajan anak juga pakai QRIS. Tiap hari selalu begitu, kalau uang cash jarang-jarang,” ungkapnya.

Baca juga :   Anggaran Ditambah, Hak THR dan Gaji ke-13 Guru ASN Daerah Dijamin

Permudah Pembukuan UMKM

Tak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, QRIS juga membantu pelaku usaha kecil dalam mengelola pembukuan secara lebih rapi dan transparan.

Pemilik Kedai Kopi Sangkar di Jalan Musi Raya, Kecamatan Sako, Palembang, Rangga (28), mengatakan, sejak membuka usahanya setahun lalu ia langsung menyediakan pembayaran menggunakan QRIS.

“Lebih enak pakai QRIS, karena digital pembukuannya jelas dibandingkan manual yang bayar tunai,” katanya.

Baca juga :   Disorot Soal Kunker Luar Negeri, Prabowo: Itu Demi Amankan Energi, Bukan Jalan-jalan

Menurut Rangga, mayoritas pelanggannya merupakan kalangan muda yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital.

“Karena hampir semua yang nongkrong di sini anak muda, jadi transaksinya pakai QRIS, lebih simpel dan mudah, tak perlu uang tunai,” ujarnya.

Perkuat Ekosistem UMKM

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, Etty Rossini, menilai penggunaan QRIS menjadi salah satu inovasi penting dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.

Baca juga :   KAI Divre III Palembang Beri Diskon Besar untuk Lansia, TNI-Polri, hingga Wartawan, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

“Inovasi QRIS ini jelas memperkuat ekosistem UMKM dalam pemanfaatan teknologi. Karena transaksi lebih cepat dan perputarannya juga cepat di para pelaku usaha,” katanya.

Menurut Etty, digitalisasi pembayaran mampu meningkatkan daya saing produk lokal, bahkan membuka peluang transaksi lintas negara seiring adopsi QRIS di sejumlah negara Asia.

“Ini bisa meningkatkan daya saing produk lokal kita di pasar global,” ujarnya.

Baca juga :   Rupiah Melemah Tajam Hari Ini, Sentuh Rp17.600 per Dolar AS

QRIS Tap, Pembayaran Lebih Cepat

Bank Indonesia juga terus mengembangkan inovasi pembayaran digital melalui peluncuran QRIS Tap pada Februari 2026. Teknologi berbasis Near Field Communication (NFC) ini memungkinkan pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pembayaran tanpa perlu memindai kode QR.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Aries Permadi, mengatakan QRIS Tap dirancang agar transaksi menjadi lebih sederhana dan cepat.

“QRIS Tap ini berbasis NFC, jadi masyarakat cukup melakukan tap dari handphone ke mesin pembayaran. Masyarakat tidak perlu lagi melakukan scan barcode, cukup tempel saja,” ujarnya.

Baca juga :   Geger Tumpukan Uang Baru di TikTok, BI: Tukar di Jalur Resmi!

Menurut Aries, digitalisasi pembayaran menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan UMKM, terutama setelah pengalaman selama masa pandemi yang menunjukkan bahwa teknologi mampu membantu pelaku usaha tetap bertahan.

Saat ini implementasi QRIS Tap di Sumatera Selatan mulai diterapkan di sektor transportasi, salah satunya pada layanan Bus Damri.

Transaksi QRIS Terus Meningkat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengungkapkan nilai transaksi QRIS di Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai Rp3,4 triliun, atau tumbuh 117,89 persen secara tahunan.

Baca juga :   BI-PBoC Mulai Uji Coba QRIS Antarnegara, Transaksi RI-China Kian Mudah


Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Maret 2026, transaksi QRIS tercatat mencapai Rp2,97 triliun, meningkat 46,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“QRIS memudahkan masyarakat melakukan pembayaran menggunakan berbagai aplikasi hanya dengan satu kode QR. Ini membuat transaksi lebih praktis dan efisien, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha,” kata Bambang, saat menghadiri acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Kamis (25/6/2026).

Baca juga :   Pemerintah Bantah Indonesia Menuju Krisis 1998, Ini Tiga Alasan Ekonomi Dinilai Masih Kuat

Ia menambahkan, Bank Indonesia terus memperluas penggunaan pembayaran digital ke berbagai sektor, mulai dari UMKM, pertanian, perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, pasar tradisional hingga transportasi.

“Digitalisasi sistem pembayaran bukan sekadar perubahan dari transaksi tunai ke non-tunai, melainkan instrumen strategis yang mampu mempercepat aktivitas ekonomi daerah dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal,” ucap Bambang.

Kata Pengamat soal QRIS

Disisi lain, Pengamat ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri), Soekanto, berpendapat, digitalisasi transaksi penggunaan QRIS sangat penting bagi para pelaku UMKM.

Baca juga :   Era ATM dan Kartu Debit Berakhir? Transaksi Digital Makin Mendominasi

“Akses pembiayaan, digitalisasi transaksi, dan literasi keuangan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tahan UMKM, terutama di Sumatera Selatan,”kata Soekanto.

Peran bank sentral yang berinovasi dengan mengenalkan QRIS juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Mayoritas pelaku ekonomi usaha kecil lebih mudah dalam proses transaksi dan pembukuan.

“Penggunaan QRIS ini memperluas pelaku usaha lokal untuk lebih memiliki daya saing,”ujarnya.[YKP]

Bank Indonesia Permudah Pembayaran Qris Transaksi QRIS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemprov Sumsel Disebut Aktivis Jadi Tempat Pelarian Pejabat Daerah yang Bermasalah, Aktivis Desak Evaluasi dan Kembalikan Meritokasi
Next Article Diduga Korsleting Listrik, 16 Rumah Warga Talang Benteng Empat Lawang Terbakar
Riyadi

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,872 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?