RELUNG.ID– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjadi sorotan setelah sejumlah program pemerintahannya mendapat apresiasi dari masyarakat di media sosial.
Program pendidikan dan kesehatan gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulteng dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Perbincangan mengenai program tersebut mencuat setelah selebritas Ari Kriting bertanya kepada netizen melalui media sosial mengenai provinsi yang memiliki gubernur dengan program kerja nyata dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pertanyaan tersebut kemudian mendapat banyak respons dari warga Sulawesi Tengah. Sejumlah netizen membagikan pengalaman mereka terkait manfaat program yang dijalankan di bawah kepemimpinan Anwar Hafid.
Salah satu program yang paling banyak mendapat perhatian adalah Berani Cerdas, yakni program beasiswa yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Sulawesi Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis.
Program tersebut diluncurkan pada April 2025. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 23.649 warga Sulawesi Tengah telah mendapatkan fasilitas kuliah gratis melalui program tersebut.
Program Berani Cerdas juga disebut telah menjangkau 387 perguruan tinggi, sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Program tersebut menjadi salah satu terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bidang pendidikan sejak Anwar Hafid menjabat sebagai gubernur.
Tak hanya pendidikan, program di bidang kesehatan juga menjadi perhatian masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan layanan kesehatan gratis yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan KTP yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sulawesi Tengah.
Melalui program tersebut, masyarakat disebut dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus terbebani persoalan biaya maupun status kepesertaan BPJS.
Anwar Hafid sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dalam memberikan akses kesehatan kepada seluruh masyarakat.
“Kesehatan rakyat adalah tanggung jawab negara dan negara harus hadir tanpa syarat,” ujar Anwar, dikutip dari kanal YouTube WartaKotalive, Sabtu (5/9/2026).
Program pendidikan dan kesehatan gratis tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga tercermin dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah.
Dalam informasi yang beredar, IPM Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 72,82, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 72,24.
Peningkatan tersebut membuat IPM Sulawesi Tengah masuk dalam kategori tinggi.
Sejumlah indikator pendidikan, seperti rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, menjadi bagian dari komponen yang turut menentukan capaian IPM.
Meski demikian, peningkatan IPM maupun perubahan angka kemiskinan tidak dapat secara langsung disimpulkan sebagai dampak dari satu atau dua program pemerintah. Evaluasi terhadap dampak program tetap perlu mengacu pada data statistik resmi dan periode pengukuran yang sesuai.
Anwar Hafid merupakan politikus Partai Demokrat yang memenangkan Pilkada Sulawesi Tengah 2024. Ia kemudian dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Tengah pada Januari 2025.
Sebelum menjadi gubernur, Anwar Hafid memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Morowali selama dua periode, yakni 2007 hingga 2018.
Anwar Hafid lahir di Wosu, Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah, pada 14 Agustus 1969.
Ia merupakan lulusan Ilmu Pemerintahan APDN Makassar pada 1991. Kariernya di pemerintahan dimulai pada 1992 ketika menjabat sebagai Kepala Desa Rantebala, Kabupaten Luwu.
Ia menduduki posisi tersebut hingga 1997 sebelum melanjutkan kariernya di lingkungan pemerintahan.
Kini, sejumlah program yang dijalankan Anwar Hafid sebagai Gubernur Sulawesi Tengah kembali menjadi perbincangan publik setelah warga ramai memberikan respons positif di media sosial.
Program kuliah gratis melalui Berani Cerdas dan layanan kesehatan gratis menjadi dua program yang paling banyak mendapat perhatian karena dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.[YKP]

