RELUNG.ID- Gubernur Banten Andra Soni terjun langsung dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pada hari keempat pencarian, Jumat (11/9/2026), Andra menuju sektor khusus menggunakan KN SAR 427 Tetuka dari Dermaga Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
“Hari keempat (pencarian) ikut membersamai langsung proses pencarian. Semoga Allah memberi kemudahan,” tulis Andra melalui akun media sosialnya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, KN SAR Tetuka mendekati wilayah pencarian yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Andra mengatakan posisi kapal masih berada di zona aman, yakni di luar radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Setelah dua jam perjalanan, kami sudah mendekati lokasi, dan ini masih di area yang aman, artinya di luar 3 km,” ujar Andra dari atas KN SAR Tetuka.
Dalam operasi tersebut, RIB 02 juga dikerahkan menuju Pulau Sertung untuk melakukan penyisiran.
Andra mengatakan pencarian hari keempat melibatkan 11 unsur kapal dan sekitar 300 personel gabungan yang dibagi ke sejumlah sektor.
“Secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian,” katanya.
Menurut Andra, kondisi cuaca, arah angin, hingga paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan selama proses pencarian.
Pergerakan seluruh unsur SAR disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
“Kita percayakan pelaksanaan teknis kepada Basarnas bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan,” ujarnya.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan 11 unsur kapal dikerahkan untuk mencari delapan orang yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Sebelas unsur tersebut yakni KN SAR Tetuka 247, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KRI Lepu, KRI Leuser, KRI Karambit, dan RBB Pulau Peucang.
Operasi juga didukung pesawat nirawak termal (thermal drone), peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
“Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.
Pada hari keempat, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–20 knot.
Sementara tinggi gelombang diperkirakan berkisar 0,5 hingga 2,5 meter.
Tim SAR hingga kini masih melakukan penyisiran di sejumlah sektor untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.[YKP]

