RELUNG.ID – Partai Hanura mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029.
Setelah gagal menembus parlemen pada dua pemilu terakhir, partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) itu kini fokus memperkuat organisasi hingga ke tingkat desa sebagai langkah awal mengembalikan kejayaan di tingkat nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, saat memimpin konsolidasi dan rapat teknis Task Force DPD, DPC, serta anggota DPRD Hanura se-Sumatera Selatan di Hotel Aston Palembang, Rabu (12/8/2026).
Rio mengatakan, DPP Hanura telah menyusun peta jalan menuju Pemilu 2029 yang diawali dengan pembenahan struktur partai di seluruh daerah pemilihan (dapil).
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap 84 dapil untuk mengetahui kekuatan sekaligus kelemahan partai.
“Hanura pernah mendapatkan dua kursi DPR, kemudian turun. Kami menargetkan Hanura kembali ke masa lalu,” ujarnya.
Menurut Rio, konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.
DPP menargetkan pembentukan dan penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa rampung pada akhir September 2026.
Setelah tahapan tersebut selesai, seluruh kader akan mulai bergerak secara intensif di daerah pemilihan masing-masing.
“Setelah ini selesai, kami baru keluar dari sarang untuk bergerak di setiap dapil pada 2027,” katanya.
Rio menegaskan, seluruh kader diminta bekerja maksimal dalam menjalankan agenda konsolidasi. DPP, kata dia, tidak akan ragu melakukan evaluasi bahkan mengganti pengurus daerah yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas atau justru menghambat proses penguatan partai.
“Tidak ada pandang bulu,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kemenangan pada Pemilu 2029 tidak bisa hanya mengandalkan pertemuan internal maupun kekuatan finansial. Menurutnya, keberhasilan partai ditentukan oleh kerja nyata kader di tengah masyarakat.
“Kemenangan 2029 bukan karena sering rapat dan faktor materi saja, tetapi karena kerja kader yang tulus,” ujarnya.
Selain membahas strategi internal, Rio turut menyoroti sistem pemilu nasional. Hanura mendorong penerapan sistem pemilu kombinasi antara proporsional terbuka dan tertutup karena menilai sistem proporsional terbuka saat ini memicu persaingan yang lebih menguntungkan peserta dengan modal besar.
Meski demikian, Hanura menyatakan siap menghadapi berapa pun besaran parliamentary threshold yang nantinya ditetapkan pemerintah dan DPR.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumatera Selatan Ahmad Al Azhar memastikan jajaran partainya di daerah siap menjalankan seluruh target yang telah ditetapkan DPP.
Menurutnya, berbagai persiapan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir meski tidak banyak terekspos ke publik. Konsolidasi internal dilakukan secara bertahap dengan fokus memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah.
“Kami dari Sumatera Selatan tentu dengan semangat DPP yang sekarang mengimbangi apa yang menjadi target DPP. Kami telah bekerja secara maksimal. Selama ini kami bekerja senyap, tetapi kami telah membuktikan apa yang telah kami kerjakan,” katanya.
Al Azhar mengatakan evaluasi terhadap hasil pemilu sebelumnya menjadi dasar dalam menyusun strategi baru menghadapi Pemilu 2029. Salah satu fokus utama adalah memperkuat infrastruktur partai dari tingkat provinsi hingga desa agar mesin politik bekerja lebih efektif.
“Kami memperkuat infrastruktur partai sampai ke desa. Kami mengevaluasi kekurangan pada langkah-langkah sebelumnya dan kami yakin dengan evaluasi itu kami siap menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya.
Selain memperkuat organisasi, Hanura Sumsel mulai memberi perhatian khusus terhadap segmen pemilih muda.
Menurut Al Azhar, meningkatnya jumlah pemilih pemula dan generasi milenial menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons melalui pendekatan politik yang lebih relevan.
“Pemilih pemula jumlahnya semakin banyak. Karena itu pemilih milenial menjadi perhatian utama kami dalam menyusun strategi,” katanya.
Dengan percepatan konsolidasi organisasi, penguatan struktur hingga tingkat desa, serta fokus merangkul pemilih muda, Hanura optimistis mampu meningkatkan perolehan suara dan kembali mengirimkan wakilnya ke DPR RI pada Pemilu 2029 (DSK)

