Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hotspot Turun, Bara Karhutla Belum Padam: Pemerintah Bersiap Hadapi September
Regional

Hotspot Turun, Bara Karhutla Belum Padam: Pemerintah Bersiap Hadapi September

alwiBy alwi31/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Karhutla di Pulau Semambu Ogan Ilir. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penurunan jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Indonesia belum menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengendurkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ancaman justru masih membayangi karena sebagian kebakaran terjadi di kawasan gambut yang dapat menyimpan bara meski api di permukaan telah padam.

Baca juga :   Perbaiki Infrastruktur, Distribusi Air Bersih ke 23 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Musi Bakal Dihentikan Sementara

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, secara nasional tren karhutla memang mulai membaik. Namun, kondisi tersebut belum dapat disebut aman sepenuhnya.

“Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia kita belum aman dari karhutla namun secara tren menurun, membaik,” ungkap Raja Juli di Palembang, Senin (31/8/2026).

Penurunan terlihat di sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi penyumbang hotspot cukup tinggi. Kalimantan Tengah, misalnya, sempat mencatat hingga 1.116 titik panas dalam dua hari sebelumnya. Setelah dilakukan penanganan bersama, jumlahnya turun menjadi sekitar 300 titik.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini, Siang Berpotensi Hujan Ringan

Di Kalimantan Barat, hotspot juga turun dari sekitar 800 menjadi 400 titik. Sementara Riau dilaporkan tidak memiliki hotspot dan Jambi hanya menyisakan satu titik.

Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot turut mengalami penurunan, dari 39 menjadi 37 titik.
Namun, angka tersebut tidak bisa langsung dijadikan ukuran bahwa kebakaran telah berakhir.

Raja Juli mengingatkan karakter lahan gambut membuat penanganan karhutla jauh lebih rumit. Api yang tidak lagi terlihat di permukaan belum tentu berarti kebakaran benar-benar berhenti.

Baca juga :   Penurunan Signifikan Jumlah Hotspot di Sumsel Setelah Hujan

“Hotspot ini bukan berarti tidak ada asap karena naturenya gambut, meski tidak ada api masih ada asapnya,” ujarnya.

Lahan gambut yang telah terbakar membutuhkan proses pendinginan dan pembasahan berulang. Tanpa penanganan tersebut, bara yang masih tersimpan di bawah permukaan berpotensi kembali muncul menjadi titik kebakaran.

“Apabila tidak dilakukan pendinginan atau pembasahan intensif yang berkali-kali berpotensi menjadi fire spot kembali,” katanya.

Baca juga :   Diusulkan Jadi Pj Gubernur Sumsel, Ini Respon Sekda SA Supriono

Kondisi itu membuat pemerintah tetap mengerahkan sumber daya untuk memastikan titik-titik kebakaran benar-benar padam, bukan sekadar menghilangkan api yang terlihat dari permukaan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menambahkan, masyarakat juga perlu memahami bahwa data hotspot dari satelit tidak serta-merta sama dengan jumlah kebakaran yang terjadi di lapangan.

Hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi sensor satelit sehingga setiap titik perlu diverifikasi untuk memastikan keberadaan api.

Baca juga :   Karhutla Melanda Lereng Jalan Negara Liku Endikat Pagar Alam

“Titik hotspot dipotret dari satelit, hotspot ada 1.000 belum tentu ada kebakaran di bawah. Kompor masak aja masuk dalam hotspot,” kata Suharyanto.

Verifikasi dilakukan menggunakan berbagai sarana, termasuk helikopter dan drone.
Di Sumsel, dari 37 hotspot berkekuatan tinggi yang terpantau sebelumnya, pemeriksaan di lapangan menemukan 11 titik yang benar-benar merupakan fire spot.

“37 hotspot berkekuatan tinggi setelah dicek hanya ada 11 fire spot. 11 kebakaran itu harus dipadamkan,” ujarnya.

Baca juga :   9 Hektare Lahan di PT MBJ Terbakar, Personel Aman Nusa II Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

Pemerintah menargetkan seluruh titik kebakaran tersebut dapat segera dikendalikan. Selain mengerahkan personel dan peralatan di darat, strategi pemadaman juga diarahkan untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang berpotensi mendukung penanganan.

Suharyanto mengatakan pemerintah tengah menunggu peluang hujan pada awal September. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi bibit hujan pada periode 1–6 September 2026.

Peluang tersebut akan dimanfaatkan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) agar hujan dapat turun di wilayah yang membutuhkan pembasahan.

Baca juga :   Bawa Kabur Motor Teman, Kakak Adik di Lubuklinggau Ditangkap Polisi

“Target kami secepat mungkin, dari BMKG di awal September ini 1-6 ada bibit hujan. Jadi memang yang paling efektif dan efisien adalah operasi OMC dan bisa turun hujan dengan deras,” katanya.

Hujan diharapkan tidak hanya membantu memadamkan api yang masih aktif, tetapi juga membasahi kembali lahan yang kering sehingga mengurangi risiko bara kembali muncul.

Meski demikian, pemerintah memperkirakan penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan besar sepanjang September. Penurunan hotspot saat ini dinilai sebagai perkembangan positif, tetapi belum cukup untuk menyatakan ancaman telah berakhir.

Baca juga :   Sumsel Siaga Darurat Karhutla: Antisipasi Asap di Tengah Musim Kemarau Panjang

“Di bulan September ini kita masih akan berjibaku untuk memadamkan,” tutupnya. (THQ)

Hotspot Karhutla OMC
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePolisi Gerebek Lokasi Tambang Emas Ilegal di Muratara, Alat Dompeng Dibakar
Next Article Tersangka Shandy Hermanto Direktur PT SBP Penuhi Panggilan Penyidik Satlantas Polres Muratara
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,873 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,719 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?