RELUNG.ID- Artis Fanny Fadillah mengungkap kondisi ekonominya yang terpuruk sejak 2021. Lama tak muncul di layar kaca, ia kini harus berjuang keras untuk bertahan hidup bersama anak-anaknya.
Pemeran dalam sitkom Bajaj Bajuri itu mengenang kehidupannya yang dulu berkecukupan saat aktif di dunia hiburan. Namun, kondisinya berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020, yang berdampak pada karier dan kehidupan pribadinya, termasuk perceraian.
Untuk bertahan hidup, Fanny mengaku terpaksa menjual hampir seluruh aset yang dimilikinya, mulai dari mobil, barang elektronik, hingga menggadaikan rumah.
“Beberapa barang elektronik saya jual. TV tinggal satu dari empat,” ujar Fanny dalam kanal YouTube milik Melaney Ricardo.
Ia bahkan mengungkapkan, saat ini sudah tidak ada lagi barang yang bisa dijual. Sementara itu, rumah yang ditempatinya bersama anak-anak kini tengah dalam proses lelang oleh pihak bank karena ketidakmampuan membayar cicilan.
“Ini rumah saya gadaikan lewat bank, sekarang sudah masuk proses lelang,” katanya.
Fanny menjelaskan, sebagai pekerja di dunia hiburan, ia tidak memiliki penghasilan tetap seperti pegawai pada umumnya, sehingga kesulitan memenuhi kewajiban kredit jangka panjang.
Fanny mengaku sempat mencoba berbagai cara untuk bangkit, termasuk menjalankan sejumlah usaha. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Ia juga sempat mencoba mengikuti tren siaran langsung di TikTok seperti yang dilakukan rekannya, namun tidak berhasil mendatangkan penghasilan yang cukup.
“Saya coba bisnis, tapi gagal. Saya juga sempat coba live TikTok, tapi tidak berhasil,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Fanny juga mengungkap bahwa dirinya telah bercerai dari sang istri, Theresia Novita Elvira Pangerapan, sejak Juni 2021.
Ia menyebut rumah tangganya memang sudah tidak sehat, meski faktor ekonomi bukan menjadi penyebab utama perceraian tersebut.
“Kalau salah satu pihak sudah ingin berpisah, kita tidak bisa memaksa,” ujarnya.
Di tengah tekanan hidup, Fanny mengaku sempat mengalami keterpurukan mental yang cukup berat. Ia bahkan sempat memiliki pikiran negatif akibat kondisi ekonomi yang sulit.
“Sempat kepikiran hal yang jelek, sampai terlintas ingin melakukan hal yang tidak benar,” katanya.
Namun, ia mengaku berhasil mengurungkan niat tersebut setelah tersadar dan mengingat tanggung jawabnya terhadap anak-anak.
“Saya ingat anak-anak, akhirnya saya sadar dan kembali berpikir jernih,” tutupnya.[YKP]

