Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Kisah Agam, dari Pencuci Piring hingga Jadi Wajah Kemanusaan Rinjani
Lifestyle

Kisah Agam, dari Pencuci Piring hingga Jadi Wajah Kemanusaan Rinjani

alwiBy alwi03/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Agam Rinjani. (net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di balik dinginnya kabut Gunung Rinjani dan curamnya jurang yang menelan nyawa pendaki, ada sosok yang terus hadir sebagai pemandu, penolong, dan saksi bisu tragedi maupun keindahan alam: Agam Rinjani.

Namanya mungkin baru belakangan ini dikenal luas, tetapi jejak hidupnya telah lama menempuh jalan terjal dan penuh liku.

Agam Rinjani, atau nama lengkapnya Abdul Haris Agam, adalah putra asli Makassar, Sulawesi Selatan, yang lahir pada 22 Desember 1988.

Baca juga :   Dari Kuli Panggul Cantik, Begini Nasib Nuraini

Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan keras Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, tempat yang membentuk ketahanan mental dan fisiknya sejak dini.

Di usia sekolah dasar, Agam bahkan sudah terbiasa mengendarai truk untuk membantu keluarganya bertahan hidup.

Kisah hidup Agam berubah drastis pada tahun 2016, saat ia hendak pulang ke Makassar setelah pendakian keduanya di Rinjani.

Baca juga :   Viral SD di Wajo Mirip Kandang Ternak, Belasan Siswa Belajar dalam Ruangan Papan Berlubang

Di bandara, ia mengambil keputusan besar: menyobek tiket pesawatnya dan memilih bertahan. Ia menyebutnya sebagai “insting bertahan hidup” keputusan nekat yang membawanya ke jalan sunyi perjuangan.

Dengan uang hanya Rp10 ribu, Agam mencoba peruntungan di Bali. Ia sempat menginap di sekitar kampus Universitas Udayana, berharap bisa bertemu teman-teman lama jurusan Antropologi.

Tapi tak ada yang mengenalinya. Bahkan untuk sekadar tidur, ia harus terusir dari lingkungan kampus.

Baca juga :   Kultum Ramadan: Jadikan Diri Kepribadian Baik di Tengah Kemajuan Teknologi

Peluang datang dari tempat tak terduga: warung lalapan. Kepada ibu penjual, Agam mengaku kelaparan dan menawarkan diri mencuci piring sebagai imbalan sepiring nasi.

Ibu penjual percaya dan menerimanya. “Saya orang baik bu, ini KTP dan kartu mahasiswa saya,” kenangnya.

Selama dua hari, ia membantu di warung tersebut, dibayar dengan makan dan sesekali rokok.

Baca juga :   Jelang Idulfitri, Warga Makassar Ramai Berburu Bahan Kue di Pasar Tradisional

Namun, Agam tak ingin selamanya menjadi tukang cuci piring. Ia bertemu seorang senior di kampus yang memberinya tempat tinggal dan meminjamkan motor.

Dengan modal uang pinjaman Rp50 ribu, ia menuju Gunung Agung, memanfaatkan peta topografi cetakan dari Makassar.

Dari pendakian tersebut, Agam mulai dikenal. Seorang pendaki asal Jakarta yang melihat postingannya di Facebook memintanya menjadi pemandu.

Baca juga :   Light Novel Teogonia Karya Tsukasa Tanimai Akan Diadaptasi Menjadi Anime

Ia dibayar Rp600 ribu uang yang kemudian digunakan membeli tenda dan logistik lain untuk bertahan hidup, bahkan menyeberang ke Lombok dengan sisa Rp20 ribu.

Setibanya di Lombok, Agam tidur di pantai Senggigi, memancing dan memasak sendiri di dalam tenda.

Namun, hidupnya bukan semata untuk diri sendiri. Ia mulai mengamati kondisi para nelayan lokal. Dengan latar belakang ilmu Antropologi, Agam menuliskan laporan kondisi masyarakat nelayan dan menghubungi seniornya di kampus Unhas. Hasilnya, bantuan pemerintah pun turun: perahu dan alat tangkap ikan.

Baca juga :   Nilai Produksi IKM Knalpot di Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar

Meski sempat ditawari tinggal bersama dan menikah oleh keluarga nelayan yang terbantu, Agam memilih kembali ke alam.

Ia memutuskan menuju Sembalun dan bertahan hidup di hutan dengan memanfaatkan umbi-umbian, pisang, dan teknik survival yang telah ia pelajari sejak kecil.

Di Sembalun, Agam menjadi porter gunung. Dari sana, perlahan-lahan ia dikenal sebagai pemandu yang andal dan penuh tanggung jawab.

Baca juga :   Viral! Sopir Ambulans Dibuat Nyasar Saat Antarkan Jenazah ODGJ, Alasannya Buat Netizen Tertawa

Penghasilannya waktu itu hanya sekitar Rp150 ribu, tapi ia jalani dengan penuh semangat. Tamunya datang dari rekomendasi mulut ke mulut, dan sebagian bahkan langsung meminta Agam tanpa perantara.

Nama Agam mulai dikenal luas setelah keterlibatannya dalam evakuasi jenazah pendaki Brasil, Juliana Marins (27), yang tewas jatuh ke jurang 600 meter di Rinjani pada Juni 2025.

Lewat siaran langsung di TikTok yang viral, Agam menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Juliana dan publik Brasil karena tak mampu menyelamatkannya dalam keadaan hidup.

Baca juga :   Donasi untuk Agam Rinjani dari Warga Brasil Resmi Dibatalkan, Dana Dikembalikan Penuh


“Saya minta maaf tidak bisa membawa pulang dengan selamat karena kondisi medan yang berat dan terlalu jauh ke bawah,” ucap Agam, menahan kesedihan.

Ia bukan hanya operator teknis dalam proses evakuasi. Agam tampil sebagai wajah kemanusiaan yang mengedepankan empati dan keberanian.

Ia ikut langsung menuruni jurang, mengikat jenazah dengan carabiner, dan menariknya ke atas bersama tim. Ini bukan kali pertama pada Mei 2025, ia juga menjadi bagian dari tim penyelamat WNA asal Malaysia yang mengalami kecelakaan serupa.

Baca juga :   Ivankov Kaget Lihat Foto di Koran Sabo Bunuh Ayah Vivi

Di akun Instagram-nya, @agam_rinjani, berbagai dokumentasi memperlihatkan dedikasi dan ketulusan Agam dalam tugasnya. Ia bukan hanya seorang pemandu. Ia adalah penjaga Rinjani.

Sosok yang tak hanya mengenal tiap tikungan dan tebing, tapi juga setiap denyut kemanusiaan yang hadir di gunung tersebut.

Kini, Agam menetap di sebuah rumah kayu kecil ukuran 4×3 meter di Sembalun. Tanah tempat rumah itu berdiri adalah milik temannya dari Mapala Aranyacala.

Baca juga :   Rincian Pengeluaran Rumah Tangga Sarwendah Disorot, Ada Biaya Hewan Peliharaan

Bagi Agam, gunung bukan sekadar tempat mencari uang, tapi ruang hidup, ruang belajar, dan ruang berbagi.

“Saya hanya bisa bantu seperti ini,” ujarnya sederhana.

Namun sesungguhnya, ia telah memberi lebih dari sekadar “bantuan.” Agam telah menunjukkan bahwa dari hidup yang nyaris tak punya apa-apa, seseorang bisa tumbuh jadi sosok luar biasa. Ia mendaki bukan sekadar gunung, tapi mendaki derajat kemanusiaannya sendiri. (vid)

Agam Rinjani Donasi Agam Rinjani Makassar Sulawesi Selatan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBanding Dikabulkan, Paula Verhoeven Tak Terbukti Selingkuh, Tapi Tetap Tak Dapat Hak Asuh Anak
Next Article Presiden Prabowo Jalankan Ibadah Umrah dan Salat di Dalam Ka’bah
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,890 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,763 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,736 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?