RELUNG.ID- Polisi masih mendalami kasus tewasnya empat orang sekeluarga saat glamping di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Keempat korban ditemukan meninggal dunia di dalam tenda dalam kondisi tubuh kaku. Mereka diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan Bagas Amar Hakiki (21).
Bagas diketahui merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2022.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Setiadi membenarkan status Bagas sebagai mahasiswa aktif.
“Yang bersangkutan mahasiswa kami Sastra Prancis angkatan 2022,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Selain berstatus mahasiswa, Bagas juga dikenal sebagai fotografer lepas di Keraton Yogyakarta, tepatnya di Kawedanan Tandha Yekti.
Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti, Kartiutami Guritno mengatakan Bagas awalnya mengikuti program magang pada 2024 sebelum akhirnya direkrut menjadi bagian dari tim dokumentasi inti.
“Kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya selesai, Bagas menjadi bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta sebagai fotografer lepas,” katanya.
Menurut Kartiutami, Bagas dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah membantu, dan dapat diandalkan.
“Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” ujarnya.
Sementara itu, polisi menduga keempat korban mengalami keracunan makanan saat berkemah. Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan sisa makanan barbeque yang kini telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk diperiksa.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan,” katanya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, keluarga tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB untuk berkemah dan menginap.
Keesokan harinya, petugas wisata sempat mendatangi tenda untuk mengingatkan waktu checkout. Namun karena tidak ada respons, tenda akhirnya dibuka dan keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia.[YKP]

