RELUNG.ID- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah dibantu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat dirinya belum memiliki kekuasaan atau berada dalam kondisi yang ia sebut “lontang-lantung”.
Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo terlebih dahulu menyinggung posisi PDI Perjuangan yang saat ini berada di luar pemerintahan. Ia mengaku menghormati sikap politik partai tersebut karena demokrasi membutuhkan fungsi pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintah.
“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintahan. Dan saya hormati dan saya hargai. Demokrasi kita perlu check and balance,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku sebenarnya ingin seluruh partai bergabung dalam pemerintahan dengan semangat gotong royong. Namun, menurutnya kritik dan pengawasan tetap diperlukan dalam sistem demokrasi.
“Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik, harus diawasi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kritik keras yang kerap datang dari kader PDI Perjuangan. Meski demikian, Prabowo menganggap kritik tersebut sebagai bentuk pengingat bagi pemerintah.
“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar mungkin ada dasarnya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung soal proyek dan tender pemerintah. Ia mengaku beberapa kali menerima laporan bahwa proyek dimenangkan pihak yang memiliki latar belakang PDI Perjuangan.
Namun, Prabowo menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan afiliasi politik selama proses tender dilakukan secara benar dan transparan.
“Kalau dia menang, dia menang aja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian mengenang masa ketika dirinya belum berkuasa. Ia mengatakan Megawati pernah meminta agar dirinya tidak diganggu jika memang memenangkan tender secara sah.
“Saya nggak berkuasa waktu itu alias lontang lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu,” tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, sikap Megawati tersebut kini menjadi contoh dalam dirinya memimpin pemerintahan.
“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politiknya. Kalau dia menang dengan benar, harus kita berikan,” pungkasnya.[YKP]

