RELUNG.ID – Puluhan hektare lahan persawahan di Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terancam gagal panen.
Musim kemarau yang melanda kawasan tersebut memicu krisis air bersih dan irigasi yang pada akhirnya, melumpuhkan sektor pertanian lokal.
Dampak paling parah dirasakan oleh para petani di kawasan persawahan Payekemebang.
Minimnya curah hujan membuat pasokan air untuk mengairi tanaman padi kian menipis, meski aliran irigasi telah dimanfaatkan secara maksimal.
Salah seorang petani setempat, Hengki (34), mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi lahan pertanian yang kini kering kerontang.
Menurutnya, masalah kekurangan air tidak hanya menghambat pertumbuhan padi, tetapi juga memicu datangnya berbagai hama pengganggu.
“Di lokasi persawahan Payekemebang ini terancam gagal panen karena curah hujan kurang memadai di musim kemarau. Kondisi kekurangan air seperti ini membuat banyak hama mengintai, seperti tikus dan hama lainnya,” ujar Hengki di sela-sela aktivitasnya di sawah.
Hengki menjelaskan, keberadaan saluran irigasi yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu menjadi solusi di tengah musim kemarau ekstrem.
Luasnya area persawahan membuat debit air irigasi tidak merata dan habis sebelum mencakup seluruh lahan warga.
“Walaupun menggunakan irigasi, tetap saja air selalu kekurangan saat musim kemarau seperti sekarang ini karena lokasi sawah yang sangat luas,” keluhnya.
Para petani kini hanya bisa menggantungkan harapan agar cuaca segera membaik dan hujan turun membasahi lahan pertanian mereka sebelum kerusakan tanaman semakin parah.
Kekurangan air dalam jangka panjang tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga membuka jalan lebar bagi ancaman puso (gagal panen total).
Menanggapi keluhan yang meresahkan para petani ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, angkat bicara.
Dia memastikan pihak instansi terkait akan segera turun tangan untuk memantau kondisi di lapangan.
“Petugas akan segera mengecek ke lapangan dan mencari solusi terbaik untuk para petani,” tegas Hendra Lezi singkat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merumuskan langkah taktis, mulai dari distribusi pompa air darurat hingga optimalisasi suplai irigasi, demi menyelamatkan puluhan hektare sawah dan nasib para petani di Empat Lawang dari bayang-bayang kerugian besar. (SLM)

