RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengejar penyelesaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Dari target 21.000 dosis vaksin tahap kedua yang telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota, masih terdapat ribuan dosis yang belum diberikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, mengatakan hingga Rabu (9/9/2026), capaian vaksinasi PMK tahap kedua telah mencapai 67,46 persen.
“Sudah total kita melaksanakan vaksinasi sudah mencapai 67,46 persen atau sama dengan 15.428 dosis di situ yang sudah divaksinkan,” ujar Ruzuan.
Dengan target sebanyak 21.000 dosis, masih terdapat sekitar 5.572 dosis atau 26,54 persen yang harus segera direalisasikan.
Ruzuan menargetkan seluruh vaksinasi tahap kedua dapat dituntaskan pada September 2026. Apalagi, percepatan terus didorong melalui petugas yang berada di lapangan agar vaksin yang telah didistribusikan tidak terlalu lama tersimpan dan segera diberikan kepada hewan ternak sasaran.
“Kalau bisa September ini semuanya selesai, karena ada beberapa kabupaten sudah, ada empat kabupaten yang sudah 100 persen,” katanya.
Ruzuan mengatakan perbedaan capaian antarwilayah menjadi perhatian dalam upaya percepatan vaksinasi.
“Upaya percepatannya, kita mendorong sama petugas kita di lapangan agar segera diselesaikan. Lebih cepat, lebih bagus,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, DKPP Sumsel menyebut belum menerima laporan adanya peternak yang secara terang-terangan menolak vaksinasi PMK.
Menurutnya, program vaksinasi yang diberikan secara gratis membantu penerimaan di tingkat peternak.
“Tidak. Tidak ada. Sampai sekarang belum ada terlapor ada peternak yang menolak untuk divaksin,” katanya.
Dirinya menjelaskan vaksinasi bukan sekadar tindakan ketika hewan sudah menunjukkan gejala penyakit. Pemberian vaksin dilakukan sebagai langkah pencegahan agar hewan memiliki perlindungan terhadap virus.
Ia mengibaratkan vaksinasi pada hewan dengan vaksinasi yang diberikan kepada manusia sejak usia dini.
“Ini adalah bagaimana kita mencegah. Kadang-kadang kondisi kita ini kan peliharaan kita, atau imun kita rendah. Makanya perlu harus divaksin,” jelasnya.
Menurutnya, hewan yang tampak sehat pun tetap berpotensi menjadi bagian dari mata rantai penyebaran virus apabila tidak memiliki perlindungan yang memadai.
“Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia sebagai salah satu faktor yang masih mungkin,” katanya.
Karena itu, DKPP Sumsel mendorong petugas di seluruh daerah terus bergerak mengejar sisa target vaksinasi. Dengan masih tersisanya 5.572 dosis, percepatan vaksinasi diharapkan dapat menuntaskan seluruh target tahap kedua sebelum September berakhir.
Berdasarkan data capaian vaksinasi PMK periode kedua 2026 per 9 September 2026 pukul 15.04 WIB, sejumlah daerah telah menyelesaikan seluruh target vaksinasi.
Musi Rawas, OKU, Pagar Alam, PALI, dan Muara Enim tercatat telah mencapai 100 persen.
Sementara sejumlah daerah lainnya juga menunjukkan capaian cukup tinggi.
Empat Lawang berada di angka 83 persen, sedangkan Palembang dan Lubuk Linggau masing-masing mencapai 80 persen.
OKI telah mencapai 76,52 persen, disusul Prabumulih 60 persen dan OKU Timur 56,7 persen.
Di sisi lain, capaian terendah masih berada di Banyuasin dengan 20 persen dan Musi Banyuasin sebesar 23,33 persen. Ogan Ilir mencapai 45,35 persen. (THQ)

