RELUNG.ID– Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal menilai janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang disampaikan dalam kampanye Pilpres 2024 tidak realistis. Ia menyebut janji tersebut disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam wawancara dengan Nusantara TV. Ia menyoroti kembali janji kampanye pasangan Prabowo-Gibran di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di berbagai daerah.
“Itu bukan Pak Prabowo kan yang ngomong, wakilnya Mas Gibran kan. Pas kampanye biasakan, hiperbola. Itu kan bahasa kampanye. Kalau ditanya apakah realistis? Jelas tidak realistis,” kata Said Iqbal.
Pada Pilpres 2024, penciptaan 19 juta lapangan kerja menjadi salah satu janji pasangan Prabowo-Gibran. Program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi.
Namun, realisasi janji tersebut menjadi perhatian di tengah dinamika perekonomian dan kondisi industri nasional. Persoalan PHK turut menjadi salah satu tantangan dalam upaya menjaga penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, sebanyak 63.789 pekerja mengalami PHK sepanjang Januari hingga September 2026.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terkena PHK terbanyak, yakni 13.044 orang atau sekitar 20,45 persen dari total nasional.
Berikutnya, Banten mencatat 7.733 pekerja terkena PHK, sedangkan Jawa Timur sebanyak 6.154 pekerja.
Data tersebut menunjukkan PHK masih menjadi persoalan dalam pasar tenaga kerja Indonesia. Meski demikian, jumlah pekerja yang terkena PHK tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai realisasi penciptaan lapangan kerja karena perlu dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode yang sama.
Pernyataan Said Iqbal kembali menyoroti janji 19 juta lapangan kerja yang disampaikan saat kampanye Prabowo-Gibran. Realisasi target tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam mengevaluasi kebijakan ketenagakerjaan pemerintah.
Hingga data yang disampaikan dalam bahan berita ini, belum terdapat rincian mengenai jumlah lapangan kerja yang telah tercipta sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan untuk dibandingkan secara langsung dengan target 19 juta pekerjaan.[YKP]

