RELUNG.ID – Sebanyak 14 warga asal Palembang yang sempat terlantar di Kamboja akhirnya kembali ke Sumsel, Indonesia, Senin kemarin (30/3/2026).
Kepulangan mereka melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ini dikawal langsung oleh aparat kepolisian.
“Kami sangat bersyukur dapat kembali pulang ke kampung halaman kami,” kata salah satu korban Ryansyah.
Warga 7 Ulu Palembang ini menceritakan, awal mula mereka terlantar di Kamboja ini dikarenakan mendapatkan tawaran kerja dari temannya bernama Agus.
Saat itu, dia ditawari untuk bekerja di Vietnam sebagai pegawai restoran dengan gaji yang menggiurkan.
“Karena anak-anak masih kecil dan ditawarin gaji besar tentu saya tergiur, dengan harapan bisa merubah nasib,” katanya di Kantor Gubernur Sumsel.
Namun bukannya berubah nasib yang didapatkan malah penyiksaan. Sebab jika bekerja tidak sesuai target ia akan dicambuk, disengat listrik, hingga memikul galon.
“Kalau dicambuk di pantat sudah sering sampai biru-biru. Pernah juga disengat listrik di badan. Kita kerjanya tim saya sebagai yang chatting love dan nanti ada yang bagian lainnya untuk yang bisa menghasilkan uang,” katanya.
Menurut Ryansyah, ia kerja hampir tujuh bulan dan digaji hanya dua bulan, masing-masing per bulan digaji 200 dolar atau Rp3 juta. Sehingga total yang ia baru dapat Rp6 juta dan itupun sudah dikirimkannya ke keluarga.
“Untuk saat ini saya sudah tidak pegang uang. Maka untuk bertahan hidup saat di penampungan meminta dikirim dari Palembang,” katanya.
Senada diungkapkan Varel, dia mengaku baru kerja disana selama empat hari dan belum mendapatkan gaji. Namun, dikarenakan dirinya merasa mau dijual ke perusahaan lain jika tidak menghasilkan uang maka dirinya pun memilih untuk kabur.
“Ada sembilan orang yang melarikan diri, ada yang dari Batam, dan Bengkulu. Jadi sekarang saya juga tidak pegang uang,” singkatnya.
Seperti diketahui, sebanyak 14 warga asa Palembang ini sempat membuat video untuk meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel, dan Wali Kota Palembang agar memulangkan mereka ke Kota Palembang karena terlantar di Kamboja. Mereka terlantar akibat tertipu tawaran kerja hingga berujung pada penyiksaan.
Unggahan video itu pun kemudian viral dan mendapatkan respon dari Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.
Kini, 14 warga asal Palembang akhirnya kembali ke kampung halamannya. Mereka pun didorong untuk membangun usaha di daerah sebagai langkah untuk memulai kehidupan baru. (DSK)

