RELUNG.ID – Seorang pemilik toko kelontong di Desa Pesu, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, bernama Bitner Sianturi, menggugat sejumlah pedagang sayur keliling ke Pengadilan Negeri (PN) Magetan. Gugatan ini dilayangkan setelah Bitner mengklaim mengalami kerugian hingga Rp500 juta akibat turunnya omzet tokonya.
Bitner menuntut ganti rugi sebesar Rp10 juta kepada para pedagang sayur keliling yang dinilai tidak mematuhi kesepakatan dagang yang telah dibuat pada 2022.
Dalam kesepakatan tersebut, para pedagang sayur keliling diperbolehkan berdagang di Desa Pesu, namun tidak diizinkan untuk mangkal atau berdagang dalam jarak dekat dengan toko kelontong di kawasan tersebut.
“Boleh berdagang, tapi harus pakai etika. Jangan mangkal dekat pedagang lain,” tegas Bitner seusai mediasi yang berlangsung di PN Magetan, Rabu (5/2/2025).
Selain menggugat pedagang sayur, Bitner juga menyasar Kepala Desa Pesu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Ketua RT setempat, karena dianggap tidak mengatur larangan terhadap aktivitas pedagang sayur keliling yang dianggap mengganggu usahanya.
Kuasa hukum para pedagang sayur keliling, Heru Riyadi Wasto menyebut, mediasi yang dilakukan belum menemukan titik terang. Meskipun perkara ini bersifat personal, Heru menegaskan bahwa masalah tersebut tidak merugikan masyarakat Desa Pesu secara umum.
Juru Bicara PN Magetan, Dedi Alparesi mengungkapkan, mediasi akan dilanjutkan pekan depan dengan harapan kedua belah pihak dapat mencapai solusi bersama.
Jika mediasi kembali menemui jalan buntu, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara oleh majelis hakim.
Persidangan ini mendapat perhatian besar dari ribuan pedagang sayur keliling yang tergabung dalam Paguyuban Etek Lawu.
Sekitar 1.800 pedagang memadati area PN Magetan sejak pagi untuk memberikan dukungan kepada rekan mereka yang digugat.
Ketua Paguyuban Etek Lawu, Yusuf, mengungkapkan bahwa para pedagang sayur hanya menjalankan aktivitas dagang mereka sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami berharap gugatan ini dicabut. Kami hanya ingin bekerja mencari nafkah,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Kepala Desa Pesu, Gondo menegaskan, keberadaan pedagang sayur keliling sangat membantu warga desa. “Masyarakat sangat membutuhkan pedagang sayur keliling karena mereka hadir pagi-pagi dengan pelayanan prima,” ujarnya. (KPB)

