Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Fraksi Gerindra Soroti Pendapatan Tak Capai Target hingga Utang Belanja Rp1,76 Triliun
Politik

Fraksi Gerindra Soroti Pendapatan Tak Capai Target hingga Utang Belanja Rp1,76 Triliun

ADMINBy ADMIN28/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Selatan melontarkan sederet catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2025. Fraksi menyoroti belum optimalnya realisasi pendapatan, rendahnya penyerapan belanja, penurunan nilai aset, hingga membengkaknya utang belanja pemerintah daerah.

Pandangan umum tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Gerindra, Rica Novlianti, dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Nopianto, Jumat (26/6/2026).

Baca juga :   Menkeu Purbaya Bantah Rumor Reshuffle di Tengah Tekanan Rupiah

Menurut Rica, pemerintah perlu memberikan penjelasan atas realisasi pendapatan daerah yang masih terpaut hampir 10 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Kami ingin mengetahui apakah target pendapatan yang disusun terlalu optimistis atau justru terdapat kelemahan dalam pelaksanaannya. Selain itu, apa strategi pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas perencanaan pendapatan daerah ke depan,” ujarnya.

Fraksi Gerindra juga meminta Pemerintah Provinsi Sumsel mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari pajak kendaraan bermotor, pajak alat berat, pajak air permukaan, retribusi daerah, serta pemanfaatan aset milik pemerintah.

Baca juga :   Penetapan Sembilan Kepala Daerah di Sumsel Masih Tunggu Putusan MK

Selain itu, efektivitas digitalisasi sistem perpajakan daerah juga dipertanyakan agar potensi kebocoran penerimaan dapat ditekan.

“Pemerintah provinsi juga perlu memaksimalkan potensi PAD yang selama ini belum tergarap, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai sumber pendapatan baru,” katanya.

Gerindra turut menyoroti masih tingginya ketergantungan Sumsel terhadap dana transfer pemerintah pusat. Menurut fraksi, pemerintah harus memiliki langkah konkret untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan PAD.

Baca juga :   Hasto Kristiyanto Resmi Jalani Periode Ketiga sebagai Sekjen PDIP

Di sektor belanja, Fraksi Gerindra mempertanyakan masih adanya anggaran lebih dari Rp1 triliun yang tidak terserap hingga akhir tahun anggaran.

Pemerintah diminta menjelaskan program-program yang gagal direalisasikan serta penyebab rendahnya penyerapan anggaran tersebut.

Fraksi juga meminta belanja modal terus ditingkatkan agar manfaat APBD lebih banyak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sorotan lainnya diarahkan pada rendahnya realisasi belanja transfer yang hanya mencapai Rp3,11 triliun atau sekitar 82,64 persen dari pagu Rp3,7 triliun.

Baca juga :   Hasil Pemeriksaan Kesehatan: Tiga Bakal Calon Gubernur Dinyatakan Mampu Ikuti Proses Pilkada Sumsel

“Kami meminta penjelasan kabupaten atau kota mana yang belum menerima dana transfer sesuai rencana, serta apa penyebab keterlambatan tersebut,” kata Rica.

Fraksi Gerindra juga meminta penjelasan mengenai komposisi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), termasuk berapa besar yang berasal dari efisiensi anggaran dan berapa yang terjadi akibat program yang tidak terlaksana.

Selain itu, penurunan nilai aset tetap Pemerintah Provinsi Sumsel sebesar sekitar Rp1,97 triliun atau 8,13 persen turut menjadi perhatian.

Gerindra meminta pemerintah menjelaskan aset yang telah dihapus, dialihkan, mengalami kerusakan, maupun aset yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga :   Video Viral Tuding Kecurangan Pemilu di Sumsel, Bawaslu Selidiki Kejadian

Tak hanya itu, Fraksi Gerindra juga menyoroti kenaikan kewajiban pemerintah daerah yang meningkat dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,79 triliun.

Menurut Rica, sebagian besar kewajiban tersebut berasal dari utang belanja barang dan jasa, belanja modal, hibah, serta dana transfer yang belum dibayarkan hingga akhir tahun anggaran.

“Kami meminta penjelasan mengapa masih terdapat utang belanja mencapai Rp1,76 triliun. Apakah kondisi ini disebabkan oleh persoalan arus kas, berapa banyak kontraktor, penyedia jasa maupun penerima hibah yang belum menerima pembayaran, serta apakah kondisi tersebut akan membebani APBD tahun berikutnya,” tegasnya.

Baca juga :   Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Janji Lakukan Transformasi Olahraga Nasional


Di akhir pandangannya, Fraksi Gerindra menegaskan pengelolaan APBD tidak boleh hanya berorientasi pada kepatuhan administrasi, tetapi harus mampu mewujudkan anggaran yang efektif, efisien, akuntabel, serta berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Nopianto menutup rapat dengan menskors sidang hingga Senin (29/6/2026). Agenda berikutnya adalah penyampaian jawaban Gubernur Sumsel atas pandangan umum seluruh fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025. (DSK)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDPRD Sumsel Tagih Rp993 Miliar Dana Transfer Pusat, Pembangunan 2026 Terancam Terganggu
Next Article Aksi Curanmor di Palembang Gagal, Pelaku Ditangkap Warga usai Rusak Kunci Motor
ADMIN

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,891 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,764 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?