RELUNG.ID – Persoalan saldo Dana senilai Rp 45 ribu berujung maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Andika (26), warga RT 06, Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, tewas setelah ditusuk saat terlibat perkelahian di Kampung V, Desa Beringin Makmur I, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban mengalami luka tusuk di tangan kiri dan pundak kiri. Ia sempat dilarikan warga ke Puskesmas Bingin Teluk untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena kondisinya kritis dan mengalami pendarahan hebat, korban dirujuk ke RSUD Kota Lubuklinggau. Andika meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Polisi bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Kurang dari tiga jam setelah menerima laporan, petugas Reskrim Polsek Rawas Ilir menangkap Akbar (22), yang diduga sebagai pelaku utama, di rumahnya di RT 02, Kelurahan Bingin Teluk, sekitar pukul 20.00 WIB. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.
Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Andri Firmansyah membenarkan insiden perkelahian yang menyebabkan Andika meninggal dunia. Polisi juga memburu dua orang lainnya yang diduga terlibat, yakni Haris dan Zaki alias Bojeng.
Andri menjelaskan, peristiwa bermula ketika Akbar meminta Eko (20) mentransfer saldo Dana sebesar Rp 45 ribu. Namun, uang yang ditransfer tidak masuk ke saldo tujuan. Akbar kemudian meminta uangnya dikembalikan, tetapi permintaan itu ditolak hingga memicu cekcok dan perkelahian.
Andika, kakak kandung Eko, kemudian datang dan memukuli Akbar. Akbar melarikan diri ke rumah untuk meminta bantuan Haris dan Zaki. Ketiganya lalu mendatangi korban hingga kembali terjadi pertengkaran yang berujung perkelahian.
Dalam perkelahian tersebut, Eko berhadapan dengan Akbar, sedangkan Andika berkelahi dengan Haris. Eko mengalami luka di tangan saat menahan tusukan dan berhasil melarikan diri meski sempat dikejar pelaku.
Sementara itu, Andika berusaha kabur karena tidak sanggup melawan Haris. Namun, saat hendak menaiki sepeda motor, Akbar mendekatinya dan menusuk tangan serta pundak kirinya hingga korban tersungkur.
“Permasalahan awalnya itu salah transfer saldo Dana dan pelaku meminta korban mengembalikan uangnya. Namun, korban tidak mau sehingga terjadi perkelahian,” kata Andri, Minggu (25/10/2026).
Andri mengatakan, Zaki alias Bojeng juga sempat mengeluarkan pisau untuk membantu dalam perkelahian tersebut. Namun, aksinya berhasil dihentikan warga yang melerai keributan.
“Pelaku utama Akbar sudah berhasil kami amankan. Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut serta melengkapi berkas perkara.
Sementara itu, Akbar mengakui telah menusuk Eko dan Andika. “Yo, Kak, memang aku nian yang nujah wong beduo tu,” kata Akbar. (LTM)

