Walaupun prediksi karhutla akan menurun. Pihaknya tetap akan melakukan koordinasi lintas instansi melibatkan unsur pemerintah dan swasta.
“Kami juga akan gencarkan sosialisasi mengenai upaya pencegahan karhutla,” katanya.
Pihaknya juga sudah menyampaikan ketentuan UU jika perusahaan dilarang membuka lahan dengan cara dibakar termasuk warga.
Bahkan, pihaknya menyebar maklumat dari Kapolda Sumsel tentang larangan membakar lahan ini. BPBD Sumsel juga meminta kepada Dinas Kehutanan, Perkebunan serta perusahaan perkebunan di Sumsel untuk membuat embung penampungan air.
“Ini tujuannya agar dapat digunakan saat musim kemarau tiba sehingga tim pemadaman dapat bergerak cepat menjangkau titik api,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta perusahaan untuk membuat kanal bloking dan juga parit gajah untuk mencegah api jika karhutla terjadi.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mengajukan peminjaman helikopter untuk patroli udara dan pemadaman dari udara,” terangnya. “Untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga sedang kami ajukan ke pusat,” pungkasnya.

Walhi: Preventif Seadanya, Penindakan Asal-asalan!
Tindakan yang diambil Pemprov Sumsel untuk mencegah karhutla tahun 2024 ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
Hal ini dianggap sebagai upaya preventif yang dilakukan seadanya. Sehingga, menjadikan karhutla terus berulang setiap tahunnya di Sumsel.
“Sumsel ini tidak bisa diprediksi sehingga ini bukan satu-satunya menjadi acuan. Karena meskipun ada fase La Nina tapi ada suhu panas yang tetap rentan terjadinya karhutla,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Yuliusman.

