Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kecelakaan Beruntun Tewaskan Sopir, Jalan Servo Dinilai Tak Layak Jadi Jalur Angkut Batu Bara
Regional

Kecelakaan Beruntun Tewaskan Sopir, Jalan Servo Dinilai Tak Layak Jadi Jalur Angkut Batu Bara

alwiBy alwi19/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kecelakaan di jalan servo. (istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sebuah video yang diunggah akun facebook Deri.Batra pada Minggu (18/5/2025) mendadak viral.

Video tersebut memperlihatkan sebuah insiden tabrakan beruntun antara truk Dump Truck (DT) pengangkut batu bara.

Baca juga :   Polrestabes Palembang Sterilkan Tiga Jembatan Selama Perayaan HUT RI ke-80



Dalam video, tampak tiga unit dump truck, dua berwarna hijau dan satu oranye, sudah dalam kondisi berdempetan.

Diantara dua unit dump truck berwarna hijau, tampak terbaring sesosok jasad yang ditutupi dengan kain diduga korban kecelakaan tersebut.

Sementara, satu unit dump truck berwarna oranye yang berada di bagian paling belakang tampak ringsek berat.

Baca juga :   Menteri Keuangan Perketat Pengawasan Pelabuhan, Barang Thrifting Ilegal Tak Bisa Lolos Lagi

Di bawahnya, tampak seseorang yang diduga sopir truk tersebut terkapar dengan luka parah pada bagian kaki. Belum diketahui persis lokasi insiden tersebut terjadi.

Namun, dalam keterangan di kolom komentar, lokasi insiden berada di Kilometer (KM) 21 Jalan Servo Lintas Raya (SLR), Kabupaten PALI yang terjadi pada, Sabtu (17/5/2025).

“Kemarin kejadiannya, di KM 21,” tulis Deri.Batra saat menanggapi pertanyaan akun lain.

Baca juga :   Pria di PALI Aniaya Istri di Depan Anak

Menanggapi peristiwa itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten PALI, Kartika Sari mengatakan, pihaknya baru mengetahui insiden tersebut dari media.

“Kami akan langsung hubungi untuk kronologis kejadiannya,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Inspektur Tambang (KorIT) Sumsel, Yusrizal ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui terkait peristiwa tersebut.

Baca juga :   Waduh! MinyaKita di Empat Lawang Dijual di Atas HET

Menurutnya, insiden yang terjadi bukan menjadi ranahnya sebagai pengawas di bidang pertambangan.

“Jalan Servo bukan bagian kita (Inspektur Tambang,red),” ucapnya singkat melalui pesan Whatsapp.

Jalan Servo Tak Layak Jadi Jalur Angkut Batu Bara

Insiden kecelakaan itu menambah daftar panjang peristiwa kecelakaan dengan korban jiwa di jalan hauling batu bara milik PT Servo Lintas Raya (SLR) yang sudah seringkali terjadi.

Baca juga :   Tangis Buruh Angkut Pecah, Tabungan Emas untuk Anak Ludes Dibawa Oknum Guru

Berdasarkan data dihimpun, pada Rabu (27/4/2022), seorang warga bernama Juli tewas setelah terlindas alat berat jenis loader WA 500 yang dikendalikan operator berinisial SD.

Warga Desa Harapan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI tersebut menderita luka berat di sekujur teubuhnya. Nyawanya tak tertolong meskipun tim medis dari Puskesmas Tanah Abang sempat melakukan perawatan.

Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada Senin (22/8/2022), seorang mekanik bernama Jajang Sulaeman (25), warga Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah tubuhnya terjepit dump di KM 64 Jalan Servo, tepatnya di pool PT Sapta Buana Indonesia.

Baca juga :   Polisi Mediasi Abah Setu Usai Video Dugaan Hina Nabi Viral

Korban pun langsung tewas di tempat kejadian. Jasadnya sempat dibawa ke RSUD Talang Ubi untuk diperiksa. Selanjutnya, jenazah langsung dikirim ke kampung halamannya. Perusahaan sempat mengklarifikasi insiden tersebut sebagai human error.

Jumat (30/8/2024), pasangan suami istri (pasutri) A Wani (61) dan Yarmawati (56) warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak dump truck (DT) saat melintas di jalan khusus batubara PT Tintan atau Jalan Servo. Insiden tersebut kemudian diselidiki Polres Muara Enim.

Minggu (1/12/2024), seorang wanita paruh baya bernama Yuhama (56), warga Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, PALI menjadi korban keganasan sopir dump truck batu bara.

Baca juga :   Razia di Lapas Pagaralam, Petugas Temukan Benda Terlarang Ini!

Dia tewas setelah ditabrak dari arah belakang oleh dump truck berwarna putih hijau di KM 30 Jalan Servo Lintas Raya, Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, PALI.

Insiden tersebut sempat membuat warga emosi lantaran sopir tersebut langsung melarikan diri. Mereka menutup jalan servo untuk mencari sopir yang menabrak korban.

Kemudian pada Jumat (11/4/2025), insiden kecelakaan mau antara unit dump truck terjadi di KM 85 Jalan Servo Lintas Raya, Kabupaten Lahat.

Baca juga :   Dinkes Sumsel Sebut Dapur SPPG PALI Sesuai Standar

Insiden kecelakaan tersebut informasinya membuat salah seorang sopir tewas dan kendaraan yang ditumpanginya ringsek berat.

Rentetan peristiwa kecelakaan di Jalan milik anak usaha PT Titan Infra Energy (TIE) itu mendapat sorotan tajam dari Direktur Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi.

Menurutnya, insiden demi insiden yang terus terjadi menunjukkan bahwa Jalan Servo sudah tak layak lagi difungsikan sebagai jalur angkutan batu bara.

Baca juga :   Kedapatan Mencuri, Pria di Palembang Ini Naiki Atap Rumah dan Pura-pura Gila

“Volume kendaraan pengangkut sudah sangat padat, tetapi kondisi infrastruktur jalan di sana tidak mendukung. Tidak ada peningkatan atau pengawasan serius. Jalur ini rawan kecelakaan dan sudah banyak menelan korban jiwa dari warga sekitar,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Ia menilai, salah satu faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan adalah lemahnya sistem pengendalian akses. Jalan tersebut, kata dia, masih bisa dengan mudah dilalui warga sipil.

Akibatnya, warga yang beraktivitas di sekitar kawasan jalan hauling menjadi rentan tertabrak truk pengangkut batu bara yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Baca juga :   Siapkan Kelengkapan Kendaraan Anda, Satlantas Polres PALI Gelar Razia di Lima Titik, Ini Lokasinya

“Upaya menutup akses juga tak pernah dilakukan serius oleh perusahaan. Padahal, sejumlah masyarakat sudah mengingatkan perusahaan untuk membangun Fly Over ataupun Underpass agar jalan tidak dilalui masyarakat umum,” tegasnya.

Rahmat juga menyoroti antrean kendaraan yang kerap kali mengular di beberapa titik seperti KM 107, KM 36, hingga ke area Pelabuhan.

Menurutnya, kondisi ini membuat banyak sopir kelelahan akibat menunggu giliran timbangan selama berjam-jam, bahkan hingga seharian penuh.

Baca juga :   Viral Video Pembagian Bantuan Banjir, Wabup Muratara Malah Cekcok Mulut Warga

“Banyak sopir yang kehilangan konsentrasi karena kelelahan. Mereka bekerja dalam tekanan waktu dan target,” kata dia.

Menurut Rahmat, sistem upah per ritase yang diterima para sopir memperburuk keadaan. Sistem upah ini membuat sopir mengejar rit sebanyak mungkin tanpa memperhitungkan kondisi fisik dan keselamatan. Sistem ini juga dinilai eksploitatif dan tidak manusiawi.

Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional jalan hauling tersebut.

Baca juga :   Cik Ujang Jadi Plt Gubernur Sumsel, Sambutan Meriah di Bumi Sriwijaya

Tak hanya soal keselamatan, Rahmat juga menyinggung buruknya daya tahan infrastruktur jalan tersebut terhadap bencana alam.

Ia mengingatkan kembali peristiwa banjir besar yang melanda Jalan Servo pada Januari 2024 lalu, yang membuat seluruh aktivitas pengangkutan batu bara lumpuh total selama hampir dua pekan.

“Itu jadi bukti tambahan bahwa jalan ini memang tidak dibangun dengan perencanaan matang. Hujan deras beberapa hari saja sudah cukup membuat jalur vital industri tambang ini lumpuh. Lalu bagaimana bisa jalur seperti ini tetap diandalkan?” pungkasnya. (TIM)

Facebook Jalan Servo Kendaraan Batu Bara Pali Video viral
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Difitnah Soal Sertifikat Rumah, Ade Syaputra Polisikan Akun TikTok dan Instagram

Next Article Xiaomi Siapkan Debut SUV Listrik YU7 pada 22 Mei
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,933 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,803 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,775 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?