RELUNG.ID– Insiden tongkang bermuatan batu bara yang tersangkut saat melintas di bawah Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, kembali terjadi. Kali ini, peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 17.58 WIB.
Dalam video berdurasi 52 detik yang beredar di media sosial, tongkang bermuatan batu bara terlihat tidak bisa melintas dengan mulus di bawah Jembatan Ampera.
Dugaan sementara, insiden tersebut berkaitan dengan muatan batu bara yang tidak sesuai dengan batas sarat atau draft kapal yang diperbolehkan. Kondisi muka air Sungai Musi yang sedang tinggi juga diduga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkang bernama Pacific Star 7805 itu ditarik kapal tunda atau tugboat Karya Pacific 2258 milik PT Karya Pacific Shipping.
Tongkang tersebut mengangkut batu bara dari Jetty RMK Gandus dan hendak berlayar menuju ambang luar Sungai Musi.
Ketinggian muatan dan kondisi muka air sungai menjadi dua aspek penting dalam keselamatan pelayaran, terutama ketika kapal melintasi bagian bawah Jembatan Ampera yang memiliki ruang bebas terbatas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan maupun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang mengenai penyebab insiden tersebut.
Insiden ini menambah catatan kejadian yang melibatkan tongkang batu bara di sekitar Jembatan Ampera. Sebelumnya, pada Minggu (4/1/2026), sebuah tongkang batu bara juga diduga menabrak tiang Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan yang berada bersebelahan dengan Jembatan Ampera.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, tongkang terlihat melintas di bawah Jembatan Ampera ketika kondisi perairan Sungai Musi diselimuti kabut asap.
Benturan yang diduga terjadi itu sontak menarik perhatian warga. Sejumlah orang terlihat mendatangi lokasi untuk melihat kondisi tongkang dan tiang LRT.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkang yang terlibat dalam insiden Januari 2026 tersebut bernama Power 3020. Kapal itu ditarik tugboat Bojoma 2917.
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang Khairul Anwar saat itu membenarkan adanya insiden tongkang batu bara yang menabrak tiang LRT tersebut.
“Ya benar, untuk informasi lebih lanjut masih dalam penyelidikan Kantor KSOP Kelas I Palembang,” singkatnya.[FZP]

