Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Pasca Insiden Bangko Barat, Kepala BNNP Sumsel: Kawasan Tambang Harus Bebas Narkoba!
Liputan Khusus

Pasca Insiden Bangko Barat, Kepala BNNP Sumsel: Kawasan Tambang Harus Bebas Narkoba!

alwiBy alwi16/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Guruh Achmad Fadiyanto. (RELUNG)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) angkat bicara terkait dugaan penggunaan narkotika oleh operator dump truck dalam insiden tabrakan dua unit alat berat Belaz di area tambang Bangko Barat milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Guruh Achmad Fadiyanto, menegaskan bahwa sektor pertambangan harus menjadi kawasan yang benar-benar bersih dari narkoba. Ia menyebut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan kerja seperti tambang sangat menentukan keselamatan dan kinerja operasional.

“Kawasan pertambangan harus menjadi Kawasan Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Karena kualitas SDM sangat penting untuk mendukung kinerja di PTBA,” tegas Guruh saat dikonfirmasi, Kamis (15/5).

Baca juga :   Melanggar Lingkungan dan Tata Ruang, RMK Energy Terancam Tak Dapat Predikat Proper, Izin Usahanya Dicabut?

Guruh mengakui pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penggunaan narkoba oleh operator yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Namun, ia memastikan akan segera menginstruksikan BNNK Muara Enim untuk melakukan pengecekan lapangan dan konfirmasi langsung.

“Saya belum dengar laporan resminya. Tapi nanti BNNK Muara Enim akan turun cek dan konfirmasi,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini BNNP Sumsel bersama PTBA tengah mempersiapkan kerja sama strategis untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan pertambangan.

Baca juga :   Tambang Batu Bara Disebut Jadi Biang Kerusakan Lingkungan di Sumsel

“Semoga dalam waktu dekat kerja sama ini bisa segera diwujudkan,” ujar Guruh.

Insiden Tabrakan dan Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Sebelumnya, insiden tabrakan dua unit dump truck Belaz terjadi pada Senin malam (28/4/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Kecelakaan melibatkan Belaz RT 38 yang dikemudikan OG (29) dan Belaz RT 05 yang sedang terparkir dengan operator HMP (29). Tidak ada korban jiwa, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan fisik.

Baca juga :   Pj Gubernur Panggil Direksi BSB, Buntut Kredit Sindikasi Triliunan Rupiah ke Luar Daerah?

Direktur PT Bukit Asam Kreatif (BAK), Slamet Widodo melalui Manajer SDM Oki Onedinata, dalam klarifikasinya menyebut insiden disebabkan kelalaian OG. Pihaknya membantah kelelahan menjadi penyebab, karena OG baru kembali bekerja usai cuti dua minggu dan telah mengikuti proses induksi sebelum bertugas.

Terkait dugaan penggunaan narkoba, Oki mengungkapkan bahwa dari hasil tes urine internal, OG sempat terindikasi mengonsumsi narkotika. Namun sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh BNN, OG telah mengundurkan diri.

“Kalau terindikasi baru kami kirim ke BNN. Tapi untuk kasus ini, sebelum dikonfirmasi lebih lanjut, yang bersangkutan sudah keburu mundur,” ujarnya.

Baca juga :   Tambang Tembaga di Zambia Berpotensi Jadi yang Terbesar Ketiga di Dunia

Ia menegaskan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap narkoba, mulai dari proses rekrutmen hingga pelaksanaan tes rutin melalui kerja sama dengan BNN. “Jika terbukti menggunakan narkoba, langsung kami PHK. Itu sudah jadi bagian dari perjanjian kerja,” kata Oki.

Sementara itu, DPRD Sumsel juga turut angkat bicara terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di lingkungan pertambangan di Sumsel.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Yansuri mengatakan, peredaran narkoba di areal lokasi tambang harus mendapat perhatian lantaran dapat membahayakan keselamatan tenaga kerja serta rentan terhadap terjadinya kecelakaan.

Baca juga :   Trimata Benua Raih Proper Merah Kementerian LHK, Bukti Buruknya Pengelolaan Lingkungan

“Kalau memang marak peredarannya, aparat penegak hukum harus turun tangan untuk mengusutnya, jangan dibiarkan,” kata Yansuri.

Dia juga mendorong agar perusahaan tambang yang beroperasi di Sumsel untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kerja. “Mungkin nanti saat pansus batu bara akan kita bahas dengan tambang,” ucapnya.

Anggota DPRD Sumsel, Zulfikri Kadir mengatakan, lokasi pertambangan menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Pasalnya, tidak sembarang orang bisa masuk untuk ke areal tersebut.

Baca juga :   Sederet Fakta Kredit Sindikasi BSB yang Diduga Bermasalah, Dinilai Tak Punya Ikatan Emosional Untuk Membangun Sumsel

“Jadi tidak mudah terendus oleh aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Selain itu, gaji pekerja tambang yang cukup besar membuat mereka mudah untuk mendapatkan barang haram tersebut. “Saya kira ini sangat berbahaya kalau pekerja tambang maupun lingkungan pertambangan menjadi lokasi peredaran narkoba. Artinya keselamatan pekerja terancam,” pungkasnya. (tim)

BNN Sumsel Kecelakaa tambang PT BAK PT Bukit Asam Kreatif Tambang Tambang Batu Bara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJelang Akhir Pekan, Harga Emas Alami Lonjakan
Next Article Legislatif Soroti Anggaran Baju Dinas Pj Bupati OKU yang Capai Rp800 Juta
alwi

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202612 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Bisnis

Revisi RKAB Tak Kunjung Terbit, BYAN Umumkan Kahar, Haji Isam Langsung Akuisisi Saham

18/09/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,748 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?