Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Kericuhan Pejompongan, Tiga Orang Ditangkap
Regional

Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Kericuhan Pejompongan, Tiga Orang Ditangkap

alwiBy alwi14/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menewaskan Bambang Setiawan (59), seorang pedagang cermin, saat kericuhan terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Polisi menyebut ketiganya memiliki peran berbeda dalam aksi kekerasan terhadap korban.

Baca juga :   Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah, Asal Tabung Whip Pink Masih Misteri

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, ketiga tersangka diduga menyeret dan menganiaya Bambang hingga akhirnya meninggal dunia.

“Penyidik melakukan penangkapan terhadap tiga orang diduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan matinya korban atas nama Bambang Setiawan, dengan perbuatan dan perannya tersendiri,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

Iman menjelaskan, FP diduga memukul korban menggunakan potongan kayu. Sementara DDS disebut menyeret dan menendang Bambang ketika berada di tengah jalan raya.

Baca juga :   Viral Video Kakanwil Kemenag NTB Lempar Mikrofon Saat Pelantikan, Zamroni Aziz Minta Maaf

Adapun DS turut melakukan pemukulan serta menyeret korban sebelum Bambang dikeroyok.

Polisi memastikan ketiga tersangka merupakan warga sipil dan tidak memiliki keterikatan dengan organisasi maupun instansi tertentu.

“Kami pastikan tidak ada (afiliasi). Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh para pelaku itu sendiri, mereka tidak terafiliasi dengan organisasi ataupun anggota organisasi tertentu,” ujar Iman.

Baca juga :   Viral Video Diduga “Salam Tempel” di Jalan Tol, Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi

Dengan demikian, polisi juga memastikan ketiga tersangka bukan bagian dari organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya yang sebelumnya disebut berada di sekitar lokasi kericuhan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut pengeroyokan tersebut bermula ketika para tersangka berada di sekitar lokasi untuk mencari nafkah. Mereka kemudian merasa terganggu dengan kericuhan yang terjadi.

Iman mengatakan, para pelaku mengaku kesal dan secara spontan melakukan aksi kekerasan dengan mengincar massa yang berada di lokasi.

Baca juga :   Selidiki Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Polda Metro Jaya Sita Ijazah SMA dan S1 Jokowi

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, motif para pelaku ini kesal, merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas, karena kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik telah memeriksa 16 orang saksi. Polisi juga melibatkan sejumlah ahli, mulai dari kedokteran forensik, digital forensik, psikologi forensik hingga ahli hukum pidana.

Penyidik turut menemukan petunjuk dari barang bukti di lokasi kejadian. Tim Inafis Polda Metro Jaya menemukan sidik jari laten pada potongan kayu dan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Baca juga :   2.181 Honorer Diangkat! Palembang Jadi Kota Pertama Luncurkan PPPK Paruh Waktu

Polisi kemudian melakukan surveillance terhadap para terduga pelaku. Hasilnya, mereka terlacak berada di sebuah rumah makan di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Ketiganya kemudian ditangkap. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari rumah makan tersebut, di antaranya lima gelas kaca, delapan piring, dan sendok yang digunakan FP.

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya kecocokan sidik jari FP dengan sidik jari laten yang ditemukan pada sejumlah barang tersebut.

Baca juga :   Tradisi Jamuan Haji Tetap Lestari, Masjid Qodim Pagar Alam Sambut 208 Jamaah dengan Makan Bersama

“Hasil sidik jari laten pada potongan kayu memiliki kecocokan (identik) dengan hasil sidik jari laten pada piring dan gelas yang dimiliki sidik jari saudara FP (tersangka),” kata Iman.

Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Mereka dijerat Pasal 262 ayat (3) atau ayat (4) dan Pasal 466 ayat (2) atau ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga :   Puluhan Kepsek Banyuasin Terjaring OTT Polda Sumsel

Kasus tersebut terjadi setelah kericuhan pecah di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026).

Saat sebagian massa membubarkan diri, sebagian lainnya masih bertahan di depan gedung parlemen hingga batas waktu perizinan berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian melakukan pembubaran.

Situasi kembali memanas hingga kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga :   Tidak Ditahan Polisi, Richard Lee Wajib Lapor

Di tengah situasi tersebut, Bambang yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang cermin di Jalan Pejompongan Raya menjadi korban.

Lansia berusia 59 tahun itu diduga dikeroyok hingga mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia. (vid)

Kericuhan Penjual cermin tewas Polda Metro Jaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDodhy Umumkan Kangen Band Bubar, Singgung Kezaliman dan Larang Eks Personel Bawakan Lagunya
Next Article Karhutla Sumsel Punya Pola Tak Biasa, Api Kerap Muncul Akhir Peka
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,871 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?