Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tak Sekadar Seremonial, HUT ke-15 NasDem Sumsel Diisi Doa Lintas Agama dan Santunan

05/11/2026

Kapolri Tegaskan Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Bukan Persaingan Internal

05/11/2026

Belajar dari Gugatan 25 Media di Palembang, PN Denpasar Tolak Gugatan Rp25 Miliar Togar Situmorang

05/11/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Thursday, 5 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Kasus Kematian Warga Binaan Lapas Banyuasin Mandek, Keluarga Sandi Surati Kapolri hingga DPR
Hukum

Kasus Kematian Warga Binaan Lapas Banyuasin Mandek, Keluarga Sandi Surati Kapolri hingga DPR

RiyadiBy Riyadi05/11/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Arifin (tengah) ayah almarhum Sandi didampingi tim kuasa hukumnya Anto Astari Cik Mid SH MH, Jallas Boang Manalu SH CLA menunjukkan foto kondisi korban Sandi saat ditemukan meninggal dunia. (Fauzi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kasus kematian Sandi (29), warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Serong, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, belum menemui titik terang. Meski penyidik Polsek Talang Kelapa telah menetapkan satu tersangka, berkas perkara tersebut hingga kini belum dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

Kondisi itu membuat keluarga Sandi terus mencari keadilan. Terbaru, melalui tim kuasa hukumnya, Anto Astari Cik Mid SH MH dan Jallas Boang Manalu SH CLA, ayah korban Arifin melayangkan 25 surat kepada sejumlah instansi terkait.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden RI, Kapolri, Komisi III DPR RI, Kadiv Propam Polri, Irwasum Polri, Dirjen Pemasyarakatan, hingga Kabid Propam Polda Sumatera Selatan.

Baca juga :   Polda Sumsel: 9 Tersangka Ditahan, Puluhan Lainnya Dipulangkan Usai Kericuhan

Kuasa hukum keluarga korban, Jallas Boang Manalu, mengatakan surat-surat tersebut dilayangkan untuk meminta pengusutan menyeluruh terhadap kematian Sandi, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Surat yang sudah kami layangkan di antaranya kepada Kapolri dan Komisi III DPR RI. Kami memohon agar digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengungkap peristiwa sesungguhnya yang terjadi di Lapas Narkotika Banyuasin hingga menyebabkan anak klien kami meninggal dunia,” kata Jallas, didampingi Silvia Eka Putri SH dan Ahmad Mudtatohirin SH, usai menyerahkan surat ke Bidpropam Polda Sumsel, Kamis (5/11/2026) sore.

Jallas mengungkapkan, pihaknya juga meminta Propam Polda Sumsel memeriksa penyidik Polsek Talang Kelapa. Mereka sekaligus meminta agar penanganan perkara diambil alih Polda Sumsel karena menilai kasus tersebut menyangkut hilangnya nyawa seseorang.

Baca juga :   Modus Buka Jasa Prostitusi Online, Pasutri di Palembang Peras dan Ancam Korbannya dengan Sajam

Menurut Jallas, pihaknya menduga ada hal yang belum terungkap dalam penanganan perkara tersebut. Pasalnya, berkas tersangka yang telah ditetapkan penyidik disebut beberapa kali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuasin, tetapi belum juga dinyatakan lengkap.

Tim kuasa hukum bahkan menduga Hendra, rekan satu kamar Sandi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab. Mereka mencurigai adanya kemungkinan keterlibatan oknum pegawai lapas.

Dugaan itu didasarkan pada informasi bahwa peristiwa yang menyebabkan Sandi meninggal dunia disebut terjadi di luar sel tahanan. Sebelum ditemukan meninggal, Sandi dikabarkan sempat diambil atau dibawa keluar dari sel.

Baca juga :   Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli usai Sidang Perdana

“Kami menduga tersangka yang sudah ditetapkan hanya dijadikan kambing hitam. Karena itu, kami meminta seluruh pihak yang mengetahui atau terlibat dalam peristiwa ini diperiksa secara transparan,” tegas Jallas.

Dia menambahkan, tim kuasa hukum sebelumnya telah beraudiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumsel. Dalam pertemuan tersebut, menurut Jallas, pihaknya mendapat dukungan agar dugaan keterlibatan oknum pegawai lapas turut ditelusuri apabila ditemukan bukti.

Sementara itu, Arifin, ayah Sandi, menilai penyidik Polsek Talang Kelapa belum maksimal dalam menangani perkara kematian anaknya. Dia mempertanyakan berkas perkara Hendra yang hingga kini belum dinyatakan lengkap.

Baca juga :   Masak Mie Instan Pakai Elpiji 3 Kilogram, Anggota DPR Habiburokhman Viral

Arifin juga meragukan keterlibatan Hendra sebagai pelaku utama. Keraguan itu muncul setelah dirinya bersama tim kuasa hukum bertemu langsung dengan tersangka.

“Saya menduga Hendra ini bukan pelakunya, hanya dijadikan tumbal. Karena saya dan kuasa hukum sudah bertemu langsung dengan Hendra dan dia mengaku tidak tahu-menahu,” ujar Arifin.

Sebelumnya, Sandi, warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, meninggal dunia pada Selasa (10/3/2026). Warga binaan kasus narkotika yang divonis 4,5 tahun penjara tersebut dilaporkan meninggal dengan sejumlah luka memar di sekujur tubuhnya.

Baca juga :   Disdik Palembang Keluarkan Edaran ke Sekolah Waspada Produk Berbahaya

Kematian Sandi diduga berkaitan dengan penganiayaan. Namun, hingga kini keluarga masih mempertanyakan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.[FZP]

DPR RI Keluarga Korban Komisi III Lapas Banyuasin Tewas Menanti Kepastian Warga binaan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKejar Tunggakan PBB, Pemkot Palembang Diminta Gandeng Kanwil DJP
Next Article Belajar dari Gugatan 25 Media di Palembang, PN Denpasar Tolak Gugatan Rp25 Miliar Togar Situmorang
Riyadi

Related Posts

Hukum

Belajar dari Gugatan 25 Media di Palembang, PN Denpasar Tolak Gugatan Rp25 Miliar Togar Situmorang

05/11/20263 Views
Hukum

Agak Laen!! Bantah Dugaan Perzinahan, Istri Kades Akui Hubungannya dengan Anggota DPRD Rembang

05/11/20267 Views
Hukum

Jokowi: Saya Dihina dan Direndahkan dengan Amat Sangat

05/11/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202332,048 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202431,852 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202525,788 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,406 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,364 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?